Ratusan Bangunan di Bantul Terancam Gelombang Tinggi Pantai Selatan

Ratusan Bangunan di Bantul Terancam Gelombang Tinggi Pantai Selatan

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 19:07 WIB
Bangunan rusak diterjang gelombang di Pantai Selatan Bantul. Foto: Usman Hadi
Bantul - Ratusan bangunan di Pantai Selatan Bantul, terutama yang berada di Pantai Depok, Pantai Samas, dan Pantai Kuwaru terancam gelombang tinggi dan abrasi. Lantaran bangunan-bangunan tersebut lokasinya berdekatan bibir pantai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto menyatakan bahkan sejumlah bangunan sudah langsung berhadapan dengan laut.

"Ratusan bangunan, terutama bangunan semi permanen," jelasnya, Selasa (6/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya gelombang di Pantai Selatan Bantul sejak Senin (5/6), setidaknya menyebabkan 1 rumah, 4 warung makan rusak parah, selain itu 40 pis jaring nelayan hanyut diterjang gelombang tinggi.

"Pantai yang terdampak cukup parah di Pantai Kuwaru, informasinya di Pantai Depok juga terdampak tapi belum parah," paparnya.

Saat ini gelombang di Pantai Selatan masih cukup tinggi mencapai 5 meter. Dwi memperkirakan sekitar ssatu pekan ke depan gelombang tinggi tetap berlangsung.

"Saya yakin di Pantai Gua Cemara juga terdampak," imbuh Dwi Daryanto.

Dwi melanjutkan ratusan bangunan di bibir pantai Bantul sudah ada puluhan tahun lalu. Dulunya bangunan tersebut berjarak lebih dari 200 meter, artinya tidak menyalahi aturan sempadan pantai yang ditetapkan pemerintah. Tapi karena adanya perubahan iklim, cuaca, dan kenaikan permukaan laut, jarak bangunan dengan bibir pantai makin dekat.

"Dulu mungkin jaraknya sudah ideal 200 meter (dari laut). Tapi karena ada perubahan iklim, cuaca, dan setiap tahun ada kenaikan permukaan laut kondisi sekarang tidak ideal lagi. Bisa dilihat sekarang bangunan sudah sangat dekat dengan bibir pantai," ulasnya.

"Kalau kena gelombang 5 meter seperti sekarang pasti terdampak," imbuh Dwi.

Oleh sebab itu menurut Dwi harus ada solusi dari sejumlah pihak. Tidak hanya dari pemerintah, tapi juga muncul kesadaran dan peran aktif masyarakat. Jika tidak, setiap tahun akan bangunan di bibir pantai Bantul yang rusak diterjang gelombang.

"Seharusnya ada solusi, karena tiap tahun terjadi gelombang pasang," tuturnya. "Bangunan di Pantai Depok, Samas, Kuwaru tidak ada space (pantai) lagi," ujarnya.

Dwi menilai ratusan bangunan ini harus segera direlokasi.

"Solusi yang paling memungkinkan ya dengan relokasi. Kalau tidak hampir tiap tahun kita menghadapi persoalan sama," kata Dwi.

Dwi mengusulkan bangunan yang baru nantinya berupa rumah panggung. Meski tak familiar bagi warga pesisir Bantul, tapi bangunan model ini dinilai Dwi cocok menghadapi gelombang tinggi.

Bangunan yang rusak akibat terjangan gelombang tinggi di pantai selatan Bantul.Bangunan yang rusak akibat terjangan gelombang tinggi di pantai selatan Bantul. Foto: Usman Hadi

"Bangunan panggung memang bukan budaya kita, tapi itu perlu," paparnya.

Tak hanya berguna saat gelombang tinggi, tapi saat gempa bumi yang berpotensi tsunami rumah panggung lebih tahan, ketimbang bangunan semi maupun permanen yang saat ini banyak dijumpai di Pantai Selatan Bantul.

"Selain itu bisa jadi daya tarik tersendiri," lugas Dwi.

Meski begitu, Dwi mengaku belum melakukan komunikasi resmi dengan pihak-pihak terkait lainnya soal usulnya ini.

Saat ini dia sedang merangkum peristiwa abrasi di Pantai Selatan Bantul. Rangkuman itu nantinya akan disampaikan ke Bupati, Sekda, dan Bappeda agar kemudian bisa diambil langkah penanganan oleh pemerintah.

Setelah Pemkab Bantul menelaah laporan tersebut, Dwi berharap selanjutnya persoalan ini dibicarakan dengan Pemrov DIY. Karena yang memiliki kewenangan mengelola kawasan pantai adalah Pemprov DIY.

"Tapi yang tahu kondisi wilayah (pesisir) kan pemkab (Bantul)," tutupnya. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads