Bahkan, tangan salah seorang warga, Dita digigit ular itu saat berusaha menangkapnya.
"(Tangan Dita digigit) Saat dia berusaha memegang kepala ular. Tangannya disambar kena gigitan sampai berdarah-darah," ujar Ketua RT 41 Notoprajan, Nawawi, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nawawi menerangkan ada 7 orang warga yang berjibaku menangkap ular itu.
"Wah kesulitan nangkapnya, dua orang tidak kuat. Baru pas diambil 7 orang bisa, itupun dengan cara menjebol plafon teras," ceritanya.
Baca juga: Warga Temukan Ular Piton 3 Meter di Plafon Rumah Tengah Kota Yogya
"Posisi kepala dipegang dulu sama Mas Dita, warga yang lain megangi ekor dan badannya," imbuh Nawawi.
Salah seorang warga akhirnya memanggil Antok, yang tinggal di Kampung Tejokusuman. Antok akhirnya bisa menjinakkan dan membawa pulang ular tersebut ke rumahnya.
Ular piton ditempatkan di dalam karung. Foto: Usman Hadi |
"Iya ularnya buas," sebut Antok saat ditemui di tempat kerjanya.
Meski buas, Antok yang juga hobi memelihara ular yakin ular yang ditemukan di tengah-tengah permukiman adalah ular peliharaan yang kabur. Namun karena terlalu lama hidup bebas, akhirnya ular tersebut kembali buas.
"Karena hidup bebas bisa saja kan nalurinya (buas) kembali," tuturnya.
Tak hanya itu, menurutnya, permukaan kulit ular ini mengkilap. Antok mengatakan ular dengan tubuh mengkilap biasanya hanya dijumpai di ular-ular peliharaan. Karena ular peliharaan makanannya tak sembarangan.
"Ular sanca kembang yang makannya kelinci sama tikus itu kulitnya beda," terangnya.
Dia menduga ular tersebut datang dari gorong-gorong. Lalu hewan buas tersebut merambat lewat kayu dan dinding, kemudian ditemukan Sumirah di atas plafon terasnya.
"Dugaan saya itu datang lewat gorong-gorong, kan banyak gorong-gorong di sini," kata Antok. (sip/sip)












































Ular piton ditempatkan di dalam karung. Foto: Usman Hadi