Warung Gudeg Yogya Ini Sediakan Sahur Gratis Tiap Sabtu dan Minggu

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 01 Jun 2017 04:01 WIB
Edi, pemilik Warung Sedekah Yu Jilah. Foto: Usman Hadi
Yogyakarta - Ada banyak cara dilakukan umat Muslim untuk berbagi selama Bulan Ramadan. Seperti salah satu warung Gudeg di Yogyakarta ini yang menyajikan menu sahur gratis setiap hari Sabtu dan Minggu.

Warung Sedekah Yu Jilah yang beralamat di Jalan Parangtritis No 88, RT 53 RW 14, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta ini menggratiskan menu sahurnya bagi siapa saja yang datang.

Pemilik warung, Edi Sumaryanto (40) mengaku dia menggratiskan menu sahurnya bukan hanya kepada mereka yang kurang mampu saja. Siapa saja boleh menikmati sahur Gudeg gratis setiap Sabtu dan Minggu di warungnya.

"Yang pakai mobil silakan datang, jadi saya tidak memandang dia kaya atau tidak. Tapi kalau bungkus (dibawa pulang) tidak kami layani," ujar Edi saat ditemui detikcom di warungnya, Rabu (31/5/2017).

Edi bercerita jika sebenarnya ide mengadakan sahur gratis berasal dari mertuanya, Sukarjilah (57). Usulan Sukarjilah ini ternyata mendapat respon positif dari keluarga Edi. Tak hanya Edi bersama istrinya Mardani Asmorojati (34) saja yang setuju, ibu kandung Edi bernama Sumaryatun (72) juga mendukung.

Dibantu Sumaryatun bersama Mardani, akhirnya tiap hari Sabtu dan Minggu antara jam 02.00 WIB sampai 04.15 WIB, mereka menyediakan sahur gratis bagi masyarakat umum.

"Jadi yang masak istri saya," lugas Edi.

"Kegiatan lebih kami lakukan buat menabung (pahala) di akhirat nanti," imbuhnya.

Aksi Edi menyediakan sahur gratis ternyata tak hanya didukung keluraganya. Sekitar 10 orang rekannya yang tertarik juga turut membantu pendanaan kegiatan sahur gratis tersebut.

"Ibu saya menggandeng temen alumni SMP N 3 Yogyakarta," sebutnya.

Para donatur itu, kata Edi, ikut membantu menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan, sementara Edi beserta istri bertugas mencari bahan mentah di pasar, sekaligus memasak hidangan sahur.

"Saya yang bagian mengerjakan, dibantu istri dan ibu," urainya. "Kalau donatur tidak berdomisili di sini, ya transfer uangnya," kata Edi.

Untuk menu, pengunjung tidak hanya bisa menikmati gudeg saja. Tapi warung milik Edi ini kadang menyajikan menu berbeda.

"Sabtu malam kemarin Nasi Gudeg, Minggu Tongseng Ayam, kalau besuk Brongkos Telur. Ya bervariasi lah, biar tidak bosen pengunjungnya," tuturnya. (sip/mbr)