Ini Cerita Sopir yang Tersesat di Blora

Ini Cerita Sopir yang Tersesat di Blora

Arif Syaefudin - detikNews
Selasa, 23 Mei 2017 17:45 WIB
Ini Cerita Sopir yang Tersesat di Blora
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Blora - Andung Panji Tisna warga Tambaksari, Kecamatan Kota Blora yang menjadi sopir mobil Toyota Kijang warna biru berpelat nomor K 9085 CE mengaku bermaksud mengantar empat orang penumpang yang hendak berkunjung ke rumah kakek mereka di Desa Kemiri, Kecamatan Jepon.

Namun ketika sampai di Desa Kemiri tersesat di jalanan sempit area persawahan Desa Kemiri pada hari Minggu (21/5) malam.

Kepada pihak kepolisian sektor Jepon, sopir Andung Panji Tisna warga bercerita, awalnya dia mendapatkan pesanan travel oleh salah seorang pelanggan yang meminta untuk mengantar pulang dari Kabupaten Sidoarjo menuju Desa Kemiri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kondisi yang masih linglung atau bingung, dia bercerita, awalnya mengira perjalanan baru sampai Kecamatan Cepu, kemudian keempat penumpang turun mengaku mampir di rumah saudaranya," kata Kapolsek Jepon, AKP Joko Priyono, Selasa (23/5/2017).

Setelah menunggu cukup lama lanjut Joko, mobil kemudian berjalan kembali. Namun tidak lama kemudian penumpang meminta berhenti dan turun karena sudah sampai di rumah kakeknya. Lokasi tersebut dikira oleh Andung masih berada di Cepu.

"Keempat penumpang yang semuanya laki-laki itu kemudian turun, tapi semuanya belum bayar. Sopir kemudian menunggu di depan rumah kakek keempat penumpang tersebut hingga terdengar suara adzan subuh," kata Joko.

Usai mendengar adzan subuh, sang sopir baru tersadar, bila dirinya sedang berada di sebuah tempat yang sempit dengan posisi mobil hampir terperosok jurang. Rumah yang semula dikira rumah kakek dari keempat penumpang itu ternyata hanya pohon mangga yang cukup besar berada di depan mobil.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 04.30 WIB, kemudian berusaha membantu sang sopir yang masih dalam keadaan bingung. Mobil kemudian dievakuasi oleh warga bersama dengan jajaran Polsek Jepon. Sedangkan sang sopir diantar pulang oleh personel jaga Polsek Jepon.

"Sementara keterangan dari sang sopir yang kami dapatkan tidak ada unsur mengada-ada. Meskipun saat ditanyai masih dalam keadaan bingung, karena syok. Bukan karena efek minuman keras, karena kondisi sopir juga normal, juga tidak tercium aroma miras dari bau mulut sopir," tegas dia.

Menurut warga sekitar, lokasi tersebut memang seringkali terjadi fenomena aneh di luar nalar. Warga seringkali mengaitkan kejadian terjebaknya mobil tersebut akibat ulah jahil 'makhluk halus' yang berada di lokasi tersebut.

"Tidak hanya sekali dua kali, sudah banyak orang yang jadi korban di lokasi tersebut. Kebanyakan yang jadi korban orang luar daerah sini," kata Kasno warga desa setempat. (bgs/bgs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini