DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 15:55 WIB

Kali Bedog Tercemar, Madukismo Akui Ada Kelalaian Petugas

Usman Hadi - detikNews
Kali Bedog Tercemar, Madukismo Akui Ada Kelalaian Petugas Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Direktur PT Madubaru, PG PS Madukismo, Rahmat Edi Cahyono mengaku adanya kelalaian petugas dalam pembuatan etanol dari industri pengolahan tebu yang terbuang di Kali Bedog. Pihaknya saat ini menghentikan produksi selama 4 hari.

"Setelah mendapat informasi tersebut dari staf. Terus saya langsung stop (produksi)," kata Rahmat kepada wartawan, Rabu (17/5/2017).

Menurut dia, vinasse adalah produk sampingan dari proses pembuatan etanol pada industri pengolahan gula. Vinasse tersebut yang terbuang di Kali Bedog Bantul akibat kelalaian petugas. Hasil pembuatan etanol dari industri pengolahan gula ini, malah dibuang ke sungai.

"Setelah saya telusuri, ternyata malam itu ada kepanikan dari staf, ada (vinasse) yang sedikit lepas," tambahnya.

Untuk pencegah agar tak terjadi kasus serupa lanjut dia, hari ini dia sudah menginstruksikan agar produksi diberhentikan empat hari. Dalam waktu itu pihaknya mempersiapkan semacam wadah vinasse untuk menampung agar tidak langsung dibuang ke kali lagi.

"Ada 100 orang karyawan kami off kan sementara," katanya.

Dia mengatakan pabrik sudah membeli wadah vinasse yang diperkirakan bisa menampung selama enam hari. Vinasse yang tertampung tersebut akan dijadikan pupuk cair (organik).

"Vinasse tersebut bisa jadi pupuk cair," katanya Rahmat.

Rahmat mengatakan pihaknya tidak akan melakukan kesalahan serupa lagi. Adanya embuangan vinasse di sungai mengakibatkan ikan mati karena tercemar.

"Ini tidak akan dilakukan lagi. Pagi tadi sudah saya sosialisasikan," katanya.

Dia menambahkan dalam kasus pencemaran tersebut perlu adanya solusi bersama. Tidak hanya dari pihak pabrik dan masyarakat saja. Sebab selama ini juga banyak petani yang minta agar Kali Bedog dialiri vinasse.

Karena vinasse bisa digunakan sebagai pupuk organik. Dengan dialirkan ke sungai, petani bisa menikmati pupuk tersebut secara gratis.
"Vinasse sebenarnya pupuk organik, sangat bagus sekali untuk pertanian," katanya.

Secara terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Masharun Ghazali mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Direktur PT Madubaru PG PS Madukismo. Dari pertemuan itu terungkap bocornya vinasse tidak sengaja.

Dia meminta untuk saling mengingatkan dan mengontrol agar tidak terulang lagi kasus serupa. "Masalah selesai karena kemarin ada kelalaian dari staf. Vinasse ditolak ikan, tapi nyatanya diharapkan oleh petani," pungkasnya.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed