Bahas Pengamanan, Kalapas dan Karutan se-Jateng Dikumpulkan

Bahas Pengamanan, Kalapas dan Karutan se-Jateng Dikumpulkan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 12 Mei 2017 16:10 WIB
Bahas Pengamanan, Kalapas dan Karutan se-Jateng Dikumpulkan
Suassa rapat khusus membahas pengamanan Lapas dan Rutan di Jateng. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Kepala Lapas dan Rutan se-Jawa Tengah berkumpul untuk rapat membahas pencegahan gangguan keamanan. Mereka bahkan tiba-tiba di tes urin untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh petugas Lapas atau Rutan.

Rapat Khusus tersebut digelar di Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Jalan dr Cipto,Semarang. Kegiatan itu sekaligus menanggapi kejadian di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Yang hadir saat ini seluruh kepala unit pelaksana teknis pemasyarakatan ditambah kepala keamanannya, kepala Lapas dan kepala Rutan, ada 106 orang. Tujuannya menyikapi kondisi akhir-akhir ini gangguan keamanan yang cukup memperihatinkan terjadi di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Bambang Sumardiono, Jumat (12/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menjelaskan terkait instruksi Menkumham termasuk rencana redistribusi warga binaan di Lapas maupun Rutan karena kelebihan kapasitas.

"Kanwil akan bentuk tim untuk memantau dan memonitor kegiatan-kegiatan yang sudah kami instruksikan. Pantau seminggu lagi hasilnya bagaimana di lapangan," tandasnya.

Untuk tingkat kerawanan di Jawa Tengah, rata-rata Rutan dan Lapas rata-rata kelebihan 13% sampai 15% namun tetap kondusif. Bambang menambahkan, lokasi paling kelebihan kapasitas yaitu Rutan Klas I Solo dan Lapas Kedungpane Semarang.

"(Rutan) Solo 30% lebih. Kedungpane kapasitas 663, jadi 1.403, sudah 100%. Pada kondisi saat ini, situasi dan kondisi dan kondusif," imbuh Bambang.

Bahas Pengamanan, Kalapas dan Karutan se-Jateng DikumpulkanTes urin mendadak terhadap para peserta rapat. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Dalam rapat itu, peserta rapat langsung diarahkan ke ruangan di sisi kanan untuk melakukan tes urin. Bambang pun mengawali lebih dahulu tes tersebut.

"Spontanitas, mereka tidak tahu saya (minta) tes urin bersama pak Kadivpas, bahkan saya tadi sudah di awal, ini untuk menyikapi apa yang dikatakan negara kita darurat narkoba," tegasnya.

Bambang menjelaskan, jika ada yang terindikasi positif hasil tes urin maka akan ditelusuri. Sedangkan apabila ada yang positif menggunakan narkoba akan akan segera dilakukan rehabilitasi.

"Kalau positif, telusuri apa betul menggunakan (narkoba) atau obat batuk atau obat resep dokter. Kalau dinyatakan positif memakai (narkoba), kita coba, kita rehabilitasi, di provinsi lain juga begitu," jelasnya. (alg/mbr)


Berita Terkait