detikNews
Kamis 11 Mei 2017, 17:13 WIB

Cerita Kakek dan Polisi di Pekalongan Bahu Membahu Tambal Jalan

Robby Bernardi - detikNews
Cerita Kakek dan Polisi di Pekalongan Bahu Membahu Tambal Jalan Mbah Khambali dan Bripka Slamet menambal jalan. Foto: Robby Bernardi
Pekalongan - Jalan raya Desa Tanjungsari, Pekalongan penuh lubang dan kerap membuat pengendara motor jatuh karenanya. Seorang kakek dan polisi pagi hingga sore ini bahu membahu menambal lubang-lubang ini agar tak lagi memakan korban.

Hanya berbekal dua liter solar dan gerobak pinjaman, keduanya bahu membahu menambal jalan yang terletak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (11/5/2017). Mbah Khambali (68) dan anggota Sitipol Polres Pekalongan Bripka Slamet (37) bergantian mengangkut aspal bekas yang tak terpakai dengan gerobak pinjaman.

Cerita Kakek dan Polisi di Pekalongan Bahu Membahu Tambal JalanMbah Khambali dan Bripka Slamet mengambil aspal bekas yang tak terpakai. Foto: Robby Bernardi

Jalan Desa Tanjungsari ini, merupakan jalan sibuk pada jam berangkat dan pulang sekolah. Setidaknya ada 6 sekolah di lingkungan ini yang terdiri dari 3 Sekolah Dasar, 2 TK dan 1 Paud.

Belum lagi jika musim hujan tiba. Jalanan akan dipenuhi genangan air dan semakin membahayakan pengguna jalan.

"Ya, yang penting anak-anak, cucu-cucu ataupun warga lainnya yang lewat sini, tidak terjerembab lagi. Apalagi saat hujan turun," ujar kakek 7 cucu ini dengan nada semangat.

Lubang jalan raya satu persatu ditambal dengan aspal bekas. Kemudian mereka memadatkannya dengan balok kayu, diberi solar agar lengket dan tidak terkelupas.

Kegiatan sukarela menambal jalan sepanjang 500 meter ini, mereka lakukan sejak pagi higga sore hari. Kendati belum sempurna, namun kondisi jalan telah tampak tertutup rapi. Kepuasan dari senyum tua mbah Khambali nampak terllihat saat melihat hasil kerja kerasnya.

Bripka Slamet tampak kagum dengan semangat mbah Khambali.

"Dia sepertinya terlalu bersemangat, tidak ada lelahnya. Saya malu yang masih muda, harus beberapa kali beristrahat," ujarnya.

"Dengan jalan yang halus saja, dipastikan kendaraan manumpuk, apalagi jalan yang rusak," imbuh Slamet.

Kepala Desa Tanjungsari, Agus Bowo mengapresiasi kerja keras Mbah Khambali dan Bripka Slamet.

"Saya salut dengan keduanya. Mbah Hambali yang sudah sepuh tua, mau melakukannya dengan sukarela," Jelas Agus Bowo.

Sedianya, jalan setempat memang tengah diusulkan untuk dilakukan perbaikan jalan. Namun, untuk itu semua, Agus Bowo menjelaskan ada proses dan mekaismenya.

"Saya bangga pada warga yang mau ikut peduli terhadap pemeliharaan maupun perbaikan jalan," tambahnya.

Sebenarnya jalan raya desa Tanjungsari ini, kata Agus, memang sedang diusulkan untuk mendapat perbaikan. Namun, masih ada proses dan mekanisme yang harus dilaluinya.

"Saya bangga pada warga yang mau ikut peduli terhadap pemeliharaan maupun perbaikan jalan," imbuhnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com