Hal itu diungkapkan anggota DPR RI, Esti Wijayati saat acara Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Pantai Depok, Kecamatan Kretek, Bantul, rabu (10/5/2017).
"Waktu kita berkeliling, dari luar memang sudah cukup bersih. Tapi saat saya masuk ke salah satu WC umum. Hasilnya masih berbau pesing dan belum bersih," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Esti menambahkan setiap wisatawan berkunjung, pertama kali yang diperhatikan aspek kebersihan. Oleh karena itu dia meminta pengelola pariwisata termasuk pokdarwis, harus lebih memperhatikan kebersihan di sekitar lokasi.
"Selain kebersihan, harus diperhatikan bagaimana penyajian makanannya, sesuai standar atau belum," kata anggota Komisi X DPR RI.
Menurut dia, masyarakat sekitar harus proaktif bersih-bersih lingkungan. Dalam kondisi sepi atau tidak banyak pengunjung seperti saat ini justru bisa digunakan untuk membersihkan pantai dan sekitarnya. "Tapi kenyataannya tidak, masih banyak sampah yang berserakan," katanya.
Dia mengatakan agar masyarakat di sekitar pantai lebih peduli lingkungan, pemerintah bisa mengadakan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona. Program ini digunakan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan target wisatawan mancanegara maupun dalam negeri.
Menurutnya pemerintah mamatok target tinggi kunjungan wisatawan. Tahun 2019 pemerintah menargetkan 275 juta wisatawan domestik, dan 25 juta wisatawan mancanegara. Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, upaya menjaga kebersihan dinilai perlu ditingkatkan. "Jadi tidak hanya mengandalkan promosi wisata saja," ungkapnya.
Kesiapan SDM juga perlu ditingkatkan kata dia, sebab gencarnya promosi akan sia-sia jika tidak disertai kesiapan masyarakat. "Misalnya melihat tempatnya kotor, tidak ramah, tidak nyaman, tidak aman, dan tidak dilayani dengan baik, itu membuat mereka kapok," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Aris Riyanta, mengakui jika obyek wisata Pantai Depok Bantul belum sepenuhnya bersih. Karena itu pihaknya mendorong pengelola atau pokdarwis menjaga lingkungan.
"Oleh Kementrian Pariwisata diberikan tempat sampah, alat pengambil sampah. Itu mengindikasikan kebersihan di sini (Pantai Depok) kurang," pungkas Aris. (bgs/bgs)











































