Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan layanan e-Warong bergerak untuk pertama kalinya di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta, Jumat (5/5/2017).
"Layanan e-Warong bergerak ini semacam Go-Shop atau Go-Jek. Kita ingin memaksimalkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu," kata Khofifah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Solo kerja samanya dengan BNI dan Bank Mandiri. Operasionalnya nanti diatur oleh Pemerintah Kota," ungkap dia.
Bantuan dikirimkan secara nontunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Selain sebagai sarana untuk menerima dana bantuan sosial, KKS juga sekaligus dapat digunakan sebagai kartu ATM dan e-wallet.
"Setiap kendaraan sudah kita pasang mesin electronic data capture (EDC). Penerima bantuan cukup membayarnya dengan KKS yang mereka punya. Masyarakat dapat memilih BPNT dalam bentuk beras, tepung, telur dan minyak goreng," lanjutnya.
BPNT saat ini baru diterapkan di 44 kota di seluruh Indonesia dengan jumlah 1,8 juta KPM. Khofifah menetapkan masing-masing kota akan dioperasikan lima e-Warong bergerak. Tahun 2018, dia menargetkan akan menambah jumlah penerima bantuan hingga 10 juta KPM. (mbr/mbr)











































