Hari Pendidikan

Semangat Belajar itu Tak Lekang oleh Dinding Berlubang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 02 Mei 2017 17:24 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Grobogan - Sekolah dengan dinding kayu berlubang dan atap bocor ternyata masih ada di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Salah satunya yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mlowokarangtalun, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Lokasi sekolah cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten Grobogan, Purwodadi. Butuh waktu lebih dari 1 jam dari Purwodadi untuk menuju gedung SD yang berbatasan langsung dengan sawah itu. Akses jalannya mayoritas masih jalan tanah yang rusak.

Dilihat dari luar, kondisinya memang memprihatinkan, bahkan kelas paling ujung sudah dikosongkan karena nyaris ambruk padahal termasuk bangunan yang baru karena berdinding tembok. Lantai kelas dan lorong juga sudah banyak yang hancur.

Salah satu siswa kelas 5, Nanda Satya Nur Namira, mengaku beberapa kali kena bocor saat hujan turun. Bukunya pun basah, sehingga harus pindah tempat duduk untuk terus mengikuti pelajaran.

"Kalau hujan bocor, harus minggir dulu. Tapi saya senang sekolah di sini, saya punya cita-cita jadi tentara," ujarnya, Selasa (2/5/2017).

Hal senada diungkapkan siswa kelas 6, Dzuriatus. Ia mengaku memang kondisi sekolahnya bocor, namun ia tetap semangat belajar di sana. "Bocor, tapi tetep pelajarannya berlangsung," ujar Dzuriatus.

Sementara itu Kepala SD N 1 Mlowokarangtalun, Sriyanti, mengatakan ada 8 kelas di sekolah itu dan hanya 1 yang kondisinya baik karena berdinding tembok bata. Selain itu ruang UKS juga kondisinya paling baik.

Semangat Belajar itu Tak Lekang oleh Dinding BerlubangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

"Ya semua ruangan rusak, ada 1 yang paling baru dibangun, itu tahun 2011," kata Sriyanti kepada detikcom.

Sekolah tersebut dibangun sejak tahun 1976. Bangunan kayunya masih asli dan pihak sekolah hanya mampu 'tambal sulam' atap yang bocor dan pengecatan dinding. Selain itu juga pembangunan satu kelas dengan dinding tembok.

"Saya sudah di sini 3 tahun sebagai kepala sekolah. Tambal sulam paling genteng dan pengecatan," tandasnya.

Permohonan bantuan perbaikan sekolah sudah berkali-kali dilayangkan, namun belum ada tindak lanjut yang signifikan untuk memperbaiki sekolahan.

"Dengar-dengar sudah mau dapat bantuan. Ada 5 kelas yang akan dibangun. Tapi entah kapan realiasinya," pungkas Sriyanti.

Semangat Belajar itu Tak Lekang oleh Dinding BerlubangFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
(alg/mbr)