Hal itu disebabkan belum tersedianya blangko e-KTP. Pemerintah berjanji akan segera mendistribusikan blangko tersebut. Ditargetkan akhir Oktober 2017, warga yang sementara sudah dapat surat keterangan (suket) perekaman, akan mendapatkan blangko cetak e-KTP.
"Akhir Maret sudah masuk cetak, (pendistribusiannya) bertahap," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo seusai Seminar Nasional XXVI Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), di ruang Seminar Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (27/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blangko sebanyak itu diperuntukkan untuk menutup 4,2 juta warga yang sampai sekarang hanya mengantongi suket perekaman. Sisanya, sekitar 3 juta digunakan buat mengganti Blangko e-KTP warga yang sudah rusak. Termasuk mengganti e-KTP yang sudah berubah identitasnya.
"Kami nyetak 7 juta keping (e-KTP). Kami akan melunasi yang 4,2 juta, buat warga yang sudah merekam tapi baru sebatas mendapat suket (perekaman). Terus untuk ganti, ada sisa tiga juta untuk (e-KTP) yang rusak, terus ganti identitas dari bujangan ke menikah, yang pindah alamat," katanya.
Dia mengatakan pengadaan blangko cetak e-KTP dilakukan bertahap ke semua daerah. Diharapkan, pendistribusian blangko e-KTP yang dicetak perusahaan dalam negeri ini, selesai akhir tahun.
"Nantinya, tidak ada lagi warga yang tidak memiliki blangko cetak e-KTP. Oktober (2017) kami harapkan selesai," pungkas dia. (bgs/bgs)











































