798 Hektar di Pesisir Demak Tenggelam Akibat Abrasi dan Rob

ADVERTISEMENT

798 Hektar di Pesisir Demak Tenggelam Akibat Abrasi dan Rob

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 22 Apr 2017 15:29 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Daerah pesisir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang terkena abrasi cukup luas yaitu 798 hektar. Saat ini sudah banyak daerah yang hilang akibat terkena abrasi air laut.

"Abrasi di Demak mencapai 798 hektar. Di Sayung 420 sekian hektar, Karangtengah sekitar 57 hektar, Bonang 48 hektar, dan Wedung 250 hektar," kata Wakil Bupati Demak Joko Sutanto dalam sambutan acara memperingati Hari Bumi ke-47 di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2017).

Joko mengatakan ada 14 kecamatan yang berada di pesisir. Abrasi sudah melanda 798 hektar di wilayah pesisir Demak dan menyebabkan rob semakin meluas. Dampak air rob juga meluas sehingga sudah banyak pedukuhan atau wilayah yang hilang tenggelam sehingga warga pun harus pindah.

"Kecamatan paling parah dilanda rob di Sayung. Ada beberapa pedukuhan yang hilang, luasnya sekitar 1.417 hektar, di Bonang ada 5,5 hektar, di Wedung ada 155 hektar," katanya.

Menurut dia di lokasi saat ini dulunya merupakan daerah persawahan dan warga mencari nafkah dengan bertani atau tambak. Akibat abrasi yang terjadi, warga kesulitan mencari nafkah dan harus terus memutar otak.

"Dulunya di sini adalah daerah persawahan dan pertanaian, tambak dan kehidupan nelayan. Masyarakat sudah tidak bisa lagi hidup dari itu," katanya.

Menurut Joko, pemerintah daerah berusaha memberikan kesempatan warga untuk memanfaatkan lingkungannya. Namun tidak harus dengan pertanian dan nelayan, melainkan menjual jasa dan wisata.

"Pemda Demak coba hadir dalam kondisi seperti itu, merubah mindset yang tadinya hidup dari pertanian dan nelayan harus jadi jasa dan wisata. Pada 2016 kami mulai mengabdi, kita luncurkan anggaran Rp 20 M untuk wilayah sini saja," katanya.

Joko menjelaskan, untuk menjaga kelestarian lingkungan, Pemkab Demak mewajibkan para Pegawa Negeri Sipil (PNS) di sana menanam 1 pohon jenis apapun. Hal itu menjadi syarat jika ingin kenaikan gaji.

"Kepada semua PNS yang jumlahnya sekitar 8.000 orang, harus tanam pohon untuk dunia. Maka dengan banyaknya tanaman, kita sumbang daun dan oksigen, ini wajib. Kalau mau kenaikan gaji berkala, harus laporkan ke pimpinan, ini tanaman saya. Tanaman apapun, lombok pun bisa," ungkapnya.

Sementara itu dari pantauan detikcom di lokasi acara, sejumlah rumah terlihat ditinggikan untuk menghindari rob saat air pasang. Bahkan ada yang sudah ditinggalkan pemiliknya karena terbenam lumpur.

"Rumah saya ini sudah dinaikkan 3 kali. Daerah di sini sering kena rob. Rumah sebelah ini ditinggal penghuninya. Pemiliknya meninggal, anaknya pindah ke Karangroto," kata salah satu warga, Solihah (53). (alg/alg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT