Jika dulu jarak antara lapak pedagang milik warga dengan bibir pantai masih sejauh 250 meter, kini lokasi lapak tinggal sekitar 70-100 meter dari bibir pantai. Ketua Pokdarwis Pantai Baru Pandansimo, Suwandi, mengatakan warga setempat sudah cukup paham karakteristik Laut Selatan. Abrasi memang sering terjadi. Kondisi bibir pantai, kata dia, memang sering bergeser, salah satunya karena pergeseran palung laut.
"Antisipasi dari pemerintah juga tidak ada. Memang kondisinya juga susah ditanggulangi. Di Muara Sungai Progo, misalnya, dulu pernah dibuatkan patok-patok (pemecah ombak) tapi tidak berhasil juga. Kalau warga hanya mencoba mengatasinya dengan penghijauan, salah satunya menanam pohon cemara udang. Itupun sering pohon cemara udang yang ditanam warga hanyut saat diterjang ombak besar," ujarnya, Senin (17/4/2017)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abrasi di Pantai Depok, Bantul. Foto: Hasan Adi/detikcom |
Karena abrasi di Pantai Depok sudah menjadi kejadian alam yang tiap tahun dialami warga, membuat warga terbiasa dan yakin abrasi di Pantai Depok pulih kembali. "Warga di sini sudah biasa, tidak khawatir. Paling pas puncak musim dingin (kemarau), barang-barang milik warga dibawa ke atas," ujar Komandan Regu SAR Pantai Depok, Tumijan.
Meski begitu, abrasi di Pantai Depok agak sulit diprediksi. Kadang secara tiba-tiba abrasi berlangsung, tahu-tahu bibir pantai terkikis. Jika sudah demikian warga tidak bisa berbuat banyak. "Kalau di sini (Pantai Depok) saat musim dingin kadang-kadang pagi hari diketahui bibir pantai sudah hilang berapa meter," imbuhnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, mengaku mengetahui adanya abrasi di pantai-pantai di daerahnya. Namun dia mengaku tidak hapal angka pasti tingkat abrasi di masing-masing pantai. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kalautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi, belum bisa berkomentar terkait hal tersebut. (mbr/mbr)












































Abrasi di Pantai Depok, Bantul. Foto: Hasan Adi/detikcom