Warga Pantai Bantul Mulai Bersiap Hadapi Abrasi Tahunan

Warga Pantai Bantul Mulai Bersiap Hadapi Abrasi Tahunan

Hasan Adi - detikNews
Senin, 17 Apr 2017 14:20 WIB
Warga Pantai Bantul Mulai Bersiap Hadapi Abrasi Tahunan
Abrasi di Pantai Baru Pandansimo, Bantul. Foto: Hasan Adi/detikcom
Bantul - Tingkat abrasi di Pantai Baru Pandansimo, Bantul, cukup parah. Dari 2009 sampai sekarang, sekitar 150 meter bibir pantai terkikis abrasi. Tingginya gelombang dan ketiadaan pemecah ombak menyebabkan gelombang langsung berhadapan bibir pantai. Puncak abrasi diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus hingga September nanti.

Jika dulu jarak antara lapak pedagang milik warga dengan bibir pantai masih sejauh 250 meter, kini lokasi lapak tinggal sekitar 70-100 meter dari bibir pantai. Ketua Pokdarwis Pantai Baru Pandansimo, Suwandi, mengatakan warga setempat sudah cukup paham karakteristik Laut Selatan. Abrasi memang sering terjadi. Kondisi bibir pantai, kata dia, memang sering bergeser, salah satunya karena pergeseran palung laut.

"Antisipasi dari pemerintah juga tidak ada. Memang kondisinya juga susah ditanggulangi. Di Muara Sungai Progo, misalnya, dulu pernah dibuatkan patok-patok (pemecah ombak) tapi tidak berhasil juga. Kalau warga hanya mencoba mengatasinya dengan penghijauan, salah satunya menanam pohon cemara udang. Itupun sering pohon cemara udang yang ditanam warga hanyut saat diterjang ombak besar," ujarnya, Senin (17/4/2017)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Pantai Depok, abrasi juga terjadi meskipun tak seberapa parah. Warga sudah memaklumi abrasi di Pantai Selatan terjadi tiap musim kemarau dan akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus atau September. Pada puncaknya, abrasi bahkan bisa mengenai lapak pedagang. Abrasi di Pantai Depok pada September 2016, sejumlah lapak warga terkena abrasi dan terancam roboh.

Abrasi di Pantai Depok, Bantul. Foto: Hasan Adi/detikcom

Karena abrasi di Pantai Depok sudah menjadi kejadian alam yang tiap tahun dialami warga, membuat warga terbiasa dan yakin abrasi di Pantai Depok pulih kembali. "Warga di sini sudah biasa, tidak khawatir. Paling pas puncak musim dingin (kemarau), barang-barang milik warga dibawa ke atas," ujar Komandan Regu SAR Pantai Depok, Tumijan.

Meski begitu, abrasi di Pantai Depok agak sulit diprediksi. Kadang secara tiba-tiba abrasi berlangsung, tahu-tahu bibir pantai terkikis. Jika sudah demikian warga tidak bisa berbuat banyak. "Kalau di sini (Pantai Depok) saat musim dingin kadang-kadang pagi hari diketahui bibir pantai sudah hilang berapa meter," imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, mengaku mengetahui adanya abrasi di pantai-pantai di daerahnya. Namun dia mengaku tidak hapal angka pasti tingkat abrasi di masing-masing pantai. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kalautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi, belum bisa berkomentar terkait hal tersebut. (mbr/mbr)


Berita Terkait