"Pemilihan Rektor UGM sekarang berjalan seperti biasa, itu hal yang rutin saja," ujar Nasir saat meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) di Pantai Baru Pandansimo Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (15/4/2017).
Menurut dia yang terpenting dalam pemilihan Rektor UGM ini, adalah terpilih rektor yang memiliki visi bagus dan bisa membawa UGM lebih maju. Bahkan dia berharap rektor terpilih bisa menjadikan UGM sebagai universitas berkelas dunia, yang mampu bersaing dengan kampus kelas dunia di belahan dunia lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga rektor yang nantinya terpilih bisa membawa UGM lebih maju dibanding sekarang.
Saat ditanya hak yang dimiliki Menristekdikti, Nasir mengaku tidak mau gegabah. Pihaknya akan melihat dulu bagaimana kapasitas, kapabilitas, termasuk visi ke depan masing-masing calon Rektor UGM.
Setelah itu, lanjutnya, baru nanti pihaknya mengambil sikap.
"Terkait hak 35 persen nanti kami lihat dulu. Kami lihat kapabilitas, asekbilitas, dan (calon rektor) harus mampu membangun UGM lebih baik," tutupnya.
Hingga saat ini sudah ada 3 nama calon rektor UGM yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat Senat Akademik (SA). Mereka adalah Prof Panut Mulyono, Prof Ali Agus, Dr Erwan Agus Purwanto. Ketianya akan mengikuti proses seleksi di tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) pada haris Senin (17/4/2017). Selanjutnya MWA akan memilih satu orang diantara tiga calon yang diajukan. (sip/sip)
