Menag: Ambil Saripati Kehidupan dalam menjalani Nyepi

Menag: Ambil Saripati Kehidupan dalam menjalani Nyepi

Bagus Kurniawan - detikNews
Senin, 27 Mar 2017 15:22 WIB
Menag: Ambil Saripati Kehidupan dalam menjalani Nyepi
Foto: Lamhot Aritonang
Klaten - Umat Hindu dapat mengambil saripati kehidupan terutama dalam menjalani catur brata penyepian yang lebih bermanfaat. Lukman mengaku ikut berbangga dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada umat Hindu yang mempunyai kepekaaan mendalam atas berbagai peristiwa yang belakangan ini terjadi pada bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat menghadiri upacara Tawur Agung Kesanga Nasional Tahun Baru Saka 1939/2017 di Pelataran Candi Prambanan, Klaten, Senin (27/3/2017).

"Umat hindu diharapkan dapat mengambil saripati kehidupan terutama dalam menjalani catur brata penyepian yang lebih bermanfaat. Semoga umat Hindu dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya sehingga catur brata penyepian yang dilakukan dapat menghasilan semangat untuk memperkuat toleransi, kebhinnekaan, berbangsa dan bernegara," kata Lukman saat memberikan pidato sambutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukman mengaku bangga dan menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tinghinya kepada umat Hindu yang mempunyai kepekaaan mendalam atas berbagai peristiswa yang belakangan ini terjadi pada bangsa Indonesia. Tema itu dituangkan dalam perayaan Nyepi yakni menjadikan catur brata penyepian untuk memperkuat toleransi kebhinnekaan berbangsa dan bernegara demi keutuhan NKRI.

Menurutnya tema tersebut sangat tepat untuk dikumandangan secara luas. Selain sejalan dengan salah satu misi Kementerian Agama yakni memperkokoh dan memperkuat kerukunan umat beragama, juga sebagai tameng kokoh untuk mengantisipasi munculnya intoleransi yang berpotensi mencederai harmonisasi kerukunan beragama, berbangsa dan bernegara.

"Sudah sepatutnya kita semua merawat memelihara dan menginternalisasikan semboyan bhinneka tunggal ika itu sehari-hari, demi utuh dan tegaknya NKRI," tegas Lukman.

Dia menambahkan upacara tawur kesanga ini tidak saja memiliki makna harfiah sebagai pengorbanan kepada alam semesta saja tapi juga menjadi langkah awal yang baik untuk mempersiapkan, baik sebelum dan sesudah hari raya Nyepi. (bgs/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads