Kisah Pertunjukan Wayang di Makam Bantul yang Bikin Penasaran Warga

Kisah Pertunjukan Wayang di Makam Bantul yang Bikin Penasaran Warga

Sukma Indah Permana - detikNews
Jumat, 24 Mar 2017 13:58 WIB
Kisah Pertunjukan Wayang di Makam Bantul yang Bikin Penasaran Warga
Lokasi pertunjukan wayang kulit (Foto: Sukma Indah P/detikcom)
Bantul - Cerita pagelaran wayang yang mendadak dilaksanakan di sebuah desa di Bantul ramai dibicarakan di media sosial. Namun, apa yang terjadi sebenarnya?

Dalam pesan yang beredar di media sosial berisi tentang adanya wayang misterius di Dusun Kintelan pada Kamis (23/3). Disebut pula bahwa yang mendatangkan wayang itu adalah jin.

Kepala Dusun Kintelan, Sumbermulyo, Bambanglipuro Triono menceritakan awalnya datang padanya seorang dalang sekitar dua minggu yang lalu. Pria yang datang dengan bersepeda itu memperkenalkan dirinya adalah Sumardi Wisnu Aji alias Kenji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Sumardi) Minta izin kepada saya untuk wayangan (menggelar pertunjukan wayang) di Kintelan," ujar Triono saat ditemui detikcom di rumahnya, di Dusun Kintelan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Jumat (24/3/2017).

Mendengar permintaan itu, Triono bertanya pada sang dalang, mengapa tiba-tiba Kenji meminta hal itu. Sedangkan Triono dan Kenji sebelumnya sama-sama tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu.

"Nyuwun pangapunten (mohon maaf), saya selama tiga hari ini bertirakat di Goa Cerme. Pada waktu itu, saya ditemui bayangan putih yang menyuruh saya ndalang di Kintelan, tempatnya harus di Joglo Kuburan," ujar Triono menirukan perkataan Kenji.

Kepada Triono, Kenji mengaku tak hanya sekali didatangi sosok tersebut. Di kali kedua, sosok bayangan putih meminta Kenji untuk membawakan cerita Wahyu Sri Mulih.

"Juga harus dilakukan di malam Jumat Pon," imbuh Triono.

Setelah meminta pendapat pada warga, Triono akhirnya mengizinkan Kenji mendalang di area makam Kintelan. Triono menyanggupi dia dan warga yang akan mempersiapkan tempat lengkap dengan makan dan minum bagi dalang dan rombongannya.

"Kalau wayang dan sound system dari dia yang menyewa," tuturnya.

Triono mengaku masih meragukan Kenji akan benar-benar melaksanakan pertunjukannya atau tidak. Baru hingga satu hari sebelumnya, dia mengajukan pemberitahuan kegiatan ini ke pihak Polsek Bambanglipuro.

Pertunjukan yang hampir tanpa persiapan matang ini rupanya menyedot perhatian ribuan penonton.

Triono dan sejumlah perangkat desa yang sedang berkumpul menceritakan bahwa ada ribuan orang yang datang malam tadi. Pertunjukan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga 03.00 WIB.

"Tidak ada pengumuman (akan ada pertunjukan wayang). Itu kan makam ada di RT 05, warga yang RT 1, 2, sama 3 nggak ada yang tahu kok. Tapi benar-benar ramai tadi malam, orang-orang sampai nonton di kuburan," katanya sambil tertawa.

Menurutnya, tak jadi soal siapa sosok putih yang menjadi 'pengundang' Dalang Kenji ke dusunnya. Triono menyatakan warganya sangat terhibur dengan cerita yang dibawakan Kenji.

Karena tak jelas siapa yang menanggap atau mengundang, maka warga menyebut pertunjukan wayang Dalang Keji semalam sebagai wayang tiban.

"Warga senang sekali. Yang nonton tua muda, ibu-ibu sudah tua juga nonton sampai selesai," tutur Triono.
Halaman 2 dari 2
(sip/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads