DetikNews
Rabu 22 Maret 2017, 12:19 WIB

Mengunjungi Bengkel Andong 'Arjuna' di Sleman yang Laris Manis

Sukma Indah Permana - detikNews
Mengunjungi Bengkel Andong Arjuna di Sleman yang Laris Manis Widi Rahmanto di bengkelnya (Foto: Sukma Indah Permana/detikcom)
Sleman - Waktu sudah sampai di tengah hari saat detikcom mendatangi sebuah bengkel kereta kuda di Sleman. Tampak di beberapa sudut bengkel sederhana ini, bagian-bagian kerangka andong dan beragam kereta kuda yang sedang digarap.

"Buka (bengkel) setiap hari, minggu tutup. Tapi kalau ada tanggungan pekerjaan ya tetap dikerjakan malam juga," ujar pemilik Bengkel Arjuna, Widi Rahmanto, Rabu (22/3/2017).

Bengkel yang terletak di Gesikan, RT 04 RW 04, Sidomoyo, Godean, Sleman tersebut baru berdiri dua tahun yang lalu. Namun kiprah Widi di dunia kereta kuda sudah berlangsung selama 12 tahun.

Kemahiran dan keahlian lelaki 34 tahun itu membuat dan memperbaiki segala jenis kereta kuda diperoleh dari ayahnya, Musiran. Sang ayah juga menggeluti profesi serupa. Bengkel kereta kuda milik Musiran telah berdiri sejak tahun 1962 di Salakan, Bantul, yang dikelola sendiri hingga wafatnya.

Sejak duduk di kelas 3 SD, Widi sudah membantu ayahnya di bengkel tersebut. Sehingga dengan sendirinya dia mempelajari setiap detail bagian kereta kuda.

Meski begitu, ketika beranjak dewasa Widi mengaku tak tertarik menjadikan jasa memperbaiki dan membuat kereta kuda sebagai mata pencariannya. "Hingga bapak sakit pada 2005, diopname. Padahal sudah menyanggupi pesanan satu kereta," ujarnya.

Pesanan itu akhirnya diambil alih oleh Widi. Kereta pesanan seseorang dari Solo ini menjadi kereta pertama yang dibuatnya. Mulai saat itulah, Widi menyadari ada rasa senang dan kepuasan secara pribadi ketika mengerjakan kereta kuda.

"Akhirnya saya cinta dengan pekerjaan ini. Tidak terpikir mengambil pekerjaan lain. Hingga bapak meninggal, lalu saya memutuskan mendirikan bengkel sendiri di Godean ini. Sedangkan bengkel peninggalan bapak diteruskan kakak," lanjut Pria beranak tiga itu.

Widi memilih Godean karena dia melihat peluang pasar yang menjanjikan. Dari perhitungannya, setidaknya terdapat tidak kurang dari 65 orang pemilik andong di daerah itu, namun belum ada bengkelnya. Widi membidik peluang itu.

Mengunjungi Bengkel Andong 'Arjuna' di Sleman yang Laris ManisFoto: Sukma Indah Permana/detikcom


Dalam sebulan, Widi mengaku rata-rata mampu membuat dua kereta dan memperbaiki 5 kereta kuda. Namun dia mengaku lebih mengutamakan layanan perbaikan kereta jenis andong milik warga umum daripada mengerjakan pesanan kereta jenis kereta kirab.

"Karena kasihan kalau andong kelamaan di sini. Ini untuk cari makan. Pemiliknya kan dapat uang dari andong," ujarnya.

Pesanan pembuatan atau perbaikan juga terus mengalir. Saat ini saja dia sudah menanggung kesanggupan pembuatan 3 buah kereta yang belum sempat dikerjakan. Padahal pesannya sudah lebih dari 1,5 bulan lalu.

"Andong buatan kami seharga sekitar Rp 50 juta, kalau model kereta kencana (kereta kirab) harganya mencapai Rp 160 juta. Untuk kualitas nomor satu, andong dan kereta 100 persen menggunakan kayu jati. Tapi tergantung pesanan. Ada juga kereta kuda yang dipesan untuk properti film, sehingga tidak harus kualitas nomor satu," imbuhnya.

Mengunjungi Bengkel Andong 'Arjuna' di Sleman yang Laris ManisFoto: Sukma Indah Permana/detikcom


Saat ini Widi hanya dibantu dua orang asisten di bengkelnya. Satu asisten memiliki keahlian di perkayuan dan pengelasan. Sedangkan satu orang lainnya adalah ahli tempa atau pandai besi.

"Sebenarnya ya kalau dipikir kurang orang, kurang. Tapi saya tidak ingin nambah orang. Daripada hasilnya malah tidak maksimal," kata Widi.
(sip/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed