Titik Longsor di Bantul Terus Bertambah

Titik Longsor di Bantul Terus Bertambah

Hasan Adi - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 10:54 WIB
Titik Longsor di Bantul Terus Bertambah
Salah satu titik longsor di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. (Foto: Hasan Adi/detikcom)
Bantul - Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada kondisi tanah. Di Kabupaten Bantul misalnya, muncul belasan titik longsor secara berkala. Dalam 5 hari terakhir 14 titik longsor bermunculan dan kemungkinan terus bertambah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, memaparkan bahwa total titik longsor di Bantul sejak Sabtu (18/3) sampai hari ini di Bantul ada 14 titik. Jumlah ini sangat mungkin bertambah, lantaran di sekitar area longsor bisa terjadi longsor susulan.

Titik longsor terbaru adalah sebuah tebing di Jalan Cinomati - Pleret, di Dusun Kebokuning, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Tebing setinggi 30 meter itu ambrol pada Selasa malam, material longsorannya menutupi jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Bantul total ada 14 titik longsor, yang paling baru di Jalur Cinomati. Saat ini kami sedang membersihkan material batu dan tanah yang menutupi jalan. Kalau tidak segera ditangani akan sangat mengganggu lalu lintas karena material longsor hampir menutup setengah badan jalan," ujar Dwi, Rabu (22/3/2017).

Belasan titik longsor yang terjadi di Bantul itu kesemuanya berada di zona merah atau kawasan yang ditetapkan BPBD Kabupaten Bantul sebagai kawasan rawan bencana. Sebab itu dia mengimbau ke masyarakat, terutama yang bermukim di zona merah untuk tetap waspada, lantaran ancaman longsor sewaktu-waktu bisa datang. (mbr/mbr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads