"Kalau ada yang mencurigakan, bisa cepat lapor kepada Satpol PP. Jangan sampai ada korban dulu baru laporan. Kita dorong agar setiap kabupaten/kota punya call center. Misal ada miras, gerombolan orang yang ada indikasi kerawanan, laporkan!" ujar Kepala Satpol PP Jateng, Sinung Nugroho Rachmadi, usai mengikuti peringatan HUT Satpol PP dan Satlinmas se Jawa Tengah yang dipusatkan di Solo, Selasa (21/3/2017).
Dia menilai masyarakat saat ini telah melek teknologi. Masyarakat juga semakin aktif menggunakan gadget. Karena itulah Satpol PP di kabupaten/kota terus didorong untuk mempunyai website yang harus selalu update, medsos atau apapun atau apapun kanal yg bisa diakses masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun HUT Satpol PP dan Satlinmas di Stadion Manahan Solo diikuti oleh kontingen dari 35 kabupaten/kota. Dalam kesempatan itu, Satpol PP dan Satlinmas diminta untuk mengubah citranya menjadi petugas yang ramah dan humanis.
Pihaknya telah menyiapkan seragam khusus yang digunakan untuk kegiatan tertentu yang didesain model kemeja agar lebih humanis. Pentungan sebagai senjata Satpol PP dan Satlinmas, menurutnya juga akan ditanggalkan ketika berbaur dengan masyarakat. Pentungan hanya akan digunakan dalam situasi tertentu saja. (mbr/mbr)











































