DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 15:11 WIB

Pelepasan Nyamuk Ber-Wolbachia Diperluas di Yogyakarta

Bagus Kurniawan - detikNews
Pelepasan Nyamuk Ber-Wolbachia Diperluas di Yogyakarta Foto: Dok Humas UGM/detikcom
Jakarta - Untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta, Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta telah melepaskan nyamuk ber-Wolbachia di beberapa kelurahan. Saat ini pelepasan nyamuk tersebut diperluas di beberapa kelurahan.

"Pada bulan Agustus 2016 lalu, melepas nyamuk ber-Wolbachia dilepas di tujuh kelurahan. Sekarang ditambah 12 kelurahan lagi," kata Peneliti utama EDP Yogyakarta, Prof Dr Adi Untarini di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (20/3/2017).

Adi mengatakan pada tahun lalu telah melepas nyamuk ber-wolbachia di tujuh kelurahan di kota Yogyakarta yaitu Karangwaru, Wirobrajan, Pakuncen, Patangpuluhan, Kricak, Tegalrejo, dan Bener. Pelepasan dilakukan di daerah tersebut menuai keberhasilan. Pada tahap kedua ini akan dilakukan pelepasan di 12 kelurahan. Kedua belas kelurahan itu adalah Cokrodiningratan, Terban, Pringgokusuman, Sosromenduran, Baciro, Suryatmajan, Tegal Panggung, Ngupasan, Muja Muju, Kadipaten, Patehan, Wirogunan, Warungboto, Mantrijeron, Sorosutan dan Bangunharjo, Sewon Bantul yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta.

"Untuk pelepasan dimulai secara bertahap mulai bulan Maret hingga November 2017 mendatang," katanya.

Saat ini kata Adi, sudah mulai dilepas di Kelurahan Terban, Klitren, Cokrodiningratan, Gowongan, Demangan, Mantrijeron. Pelepasan akan berjalan terus hingga keberadaan nyamuk ber-Wolbachia di 12 klaster itu mencapai 60 persen.

"Kalau keberadaannya telah mencapai 60 persen akan dihentikan Hal itu menunjukkan nyamuk ber-Wolbachia sudah mampu bertahan dan berkembangbiak secara alami," paparnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Drs Elvi Effendy, Apt, MKes menambahkan kasus DBD di Kota Yogyakarta berlangsung secara fluktuatif. Namun pada tahun 2016 kejadiannya mengalami peningkatan hingga 6 ribu kasus dibanding di tahun sebelumnya sebanyak 4 ribu kasus.

"Tahun 2016 angkanya fantastis, kasus naik sampai 6 ribu, tetapi angka kematiannya mengalami penurunan," kata Elvi.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed