DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 10:23 WIB

Jembatan Apung Kampung Laut Cilacap Siap Difungsikan

Arbi Anugrah - detikNews
Jembatan Apung Kampung Laut Cilacap Siap Difungsikan Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Jembatan apung pertama di Indonesia yang berada di Kampung Laut, Cilacap, kini telah selesai pengerjaannya. Jembatan sepanjang 71 meter dan lebar 1,8 meter tersebut didesain dengan ponton penyangga berukuran 8x4 meter. Pembuatan jembatan apung ini diharapkan bisa membantu warga Desa Ujung Alang dengan Desa Kleces menyeberang tanpa lagi tergantung pada perahu warga yang sangat terbatas operasionalnya.

Ponton merupakan pijakan jembatan yang terbuat dari beton khusus berongga di bagian tengahnya, sehingga memungkinkan benda itu terapung stabil di atas permukaan air dan bisa menjadi pijakan jembatan yang kokoh.

Jembatan apung Kampung Laut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menghubungkan antara Dusun Motean Desa Ujung Alang dengan Desa Kleces, di Kecamatan Kampung yang permukiman penduduk di kawasan Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah .

Kepala Desa Ujung Alang, Jarwo , mengaku sudah mengetahui selesainya pembangunan jembatan apung Kampung Laut. Namun demikian hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi pasti kapan jembatan tersebut akan diresmikan.

"Kalau memang sudah jadi dan memungkinkan tidak ambruk lagi, kami mohon secepatnya dioperasikan. Tapi karena belum diresmikan sehingga sampai saat ini juga belum dibuka. Beberapa waktu lalu memang sudah ada petugas kesini yang mengatakan akan terlebih dulu melakukan sosialisasi kepada warga terkait kekuatan jembatan," ujarnya, Senin (20/3/2017).

Baca juga: Jembatan Apung Pertama RI Dibangun di Cilacap, Ini Dampak Ekonominya

Menurut dia, saat ini kegiatan warga setempat untuk menyeberang dengan menggunakan perahu semakin rentan karena rata-rata perahu penyebarangan yang tersedia sudah tidak layak digunakan dan sangat membahayakan keselamatan warga.

"Banyak sekali yang nantinya akan terbantu menggunakan jembatan ini, karena kalau dari Dusun Lempong Pucung ke desa kalau sudah malam tidak lagi ada perahu. Pukul 19.00 WIB saja sudah tidak ada, paling ya akhirya kalau sangat mendesak minta tolong supaya bisa diseberangkan," ujarnya.

Bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus pulang pergi ke sekolah di seberang, jembatan tersebut juga sangat membantu. Saat ini tidak kurang 200 anak sekolah dari kawasan itu yang sudah pasti bisa melewati jembatan tersebut setiap harinya.

"Adanya jembatan ini sangat terbantu. Warga dan anak-anak sekolah jadi tidak terpancang dengan waktu untuk bepergian. Mau pergi pagi, siang atau malam masih bisa dan tidak bingung. Pastinya akan sangat mengurangi beban karena tidak perlu membayar operator perahu," lanjutnya.

Jembatan Apung Kampung Laut Cilacap Siap DifungsikanFoto: Arbi Anugrah/detikcom


Namun bagaimana tanggapan anak-anak sekolah dengan rencana pengoperasian jembatan apung? Rupanya hingga saat ini ada yang masih trauma, karena pernah mengalami musibah akibat robohnya jembatan itu pada Desember 2016 lalu. Pada kejadian tersebut sekitar 20 orang tercebur ke laut ketika karena jembatan apung yang memang saat itu belum selesai penggarapannya tiba-tiba roboh saat mereka lewat di atasnya.

"Takut, masih trauma. Saat (roboh) itu kita semua jatuh. Ada sekitar 20 orang, saat itu sekitar pukul 12.00 siang. Anginnya juga kencang, lalu jembatannya roboh. Kami semua tercebur. Saat ini untuk sekolah kami masih memilih menyeberang menggunakan perahu," kata Vinki, siswa kelas 9 SMPN 2 Kampung Laut.

Baca juga: Jembatan Apung di Cilacap Ambruk

Namun demikian, rupanya tak semua siswa menyimpan ketakutan seperti Vinki. Dari pantauan detikcom, ada beberapa siswa yang berani melintasi jembatan apung yang masih ditutup karena memang belum resmi dioperasionalkan.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed