Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.20 WIB, saat itu sopir truk Apudin (49) warga Jakarta Barat dan kernet Aji (30) hendak mengantar material ke lokasi proyek di daerah Bringin, Ngaliyan. Namun Apudin ternyata melewati gang yang menuju lokasi proyek sehingga berniat memutar di daerah Bukit Semarang Baru (BSB).
"Saya dari bawah kelewatan. Memutar di bundaran (di BSB)," kata Apudin di Mapolsek Ngaliyan, Selasa (29/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah berusaha menghindar-menghindar tapi nabrak, saya lupa nabrak berapa," pungkasnya.
Menurut saksi mata, truk tersebut manabrak motor-motor yang hendak menyebrang hingg terpental. Sedangkan mobil yang ditabrak jumlahnya sekitar 8 unit. Truk baru berhenti melaju setelah menabrak gundukan pasir proyek halte Trans Semarang yang jaraknya sekitar 1 Km dari jalan menurun Silayur.
"Saya pas kebetulan lewat, mobil ada sekitar 8 mobil. Kejadiannya cepat sekali," ujar saksi bernama Abdi, warga Bringin, Ngaliyan.
Sementara itu salah satu pengemudi mobil yang tertabrak, Bunawi (45) warga Singorojo, Kendal mengatakan, ia mengemudikan mobil bak terbuka bernopol H 1820 M dengan perlahan karena kondisi jalan ramai. Tiba-tiba truk itu menghantam bagian kiri belakang mobil hingga terpental menerabas pembatas jalan.
"Untung saya sempat ngerem, terus nabrak pohon kecil. Mobil saya mental," ujar Bunawi.
Peristiwa itu sempat membuat panik siswa SMPN 16 Semarang yang baru keluar dari sekolahannya. Warga yang emosi sempat berusaha menghakimi Apudin karena membahayakan pengguna jalan.
"Sopir kita amankan di Polsek karena sempat dipukuli," kata Kanit Lantas Polsek Ngalian, AKP Wahono.
Foto: Angling Adhitya P/detikcom |
Saat ini sopir truk dan kernetnya masih dimintai keterangan oleh kepolisian. Sedangkan korban luka dilarikan ke RS Permata Medika yang berada tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
"Korban dibawa ke RS Permata Medika. Belum ada informasi korban meninggal," pungkas Wahono.
Halaman 2 dari 2











































Foto: Angling Adhitya P/detikcom