Solo Mulai Terapkan E-Retribusi di Pasar Tradisional

Solo Mulai Terapkan E-Retribusi di Pasar Tradisional

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 01 Sep 2016 14:09 WIB
Foto: Muchus Budi R/detikcom
Solo - Pemerintah Kota Surakarta, meluncurkan sistem pembayaran retribusi elektronik (e-retribusi) untuk pasar tradisional. Sistem itu diharapkan mampu membuat pembayaran retribusi lebih efisien, transparan dan mencegah penyimpangan. Cara tersebut juga diharapkan menumbuhkan budaya menabung di kalangan pedagang tradisional.

Sistem e-retribusi tersebut merupakan kerjasama Pemkot Surakarta dengan Bank Jateng. Penandatangan nota kerjasama dilakukan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta, Subagyo, dan Pimpinan cabang Bank Jateng, Suharto, dilanjutkan penyerahan simbolis kartu e-retribusi kepada pedagang di Pasar Burung dan Ikan Hias di Depok, Solo, Kamis (1/9/2016).

Wali Kota Surakarta, Hadi Ruyatmo, berharap inovasi pembayaran tersebut berguna bagi pemerintah dan pedagang. Bagi Pemkot, e-retribusi berdampak penghematan biaya operasional dan petugas. Sedangkan bagi Sementara pedagang, secara tidak langsung akan lebih dekat dengan kalangan perbankan. sehingga lebih mudah mengakses bantuan permodalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penarikan retribusi manual harus dilakukan empat petugas, sekarang cukup satu petugas. Dinas Pasar tidak perlu lagi mencetak karcis, pedagang tinggal menempelkan kartu ke mesin yang disediakan. Mesin yang terhubung online ini akan mendebet langsung dana yang didepositkan pedagang di Bank Jateng. Dengan demikian pedagang juga harus terbiasa menabung," ujar Rudy dalam sambutannya.

Hal serupa juga disampaikan oleh pihak Bank Jateng. Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hana Wijaya, e-retribusi adalah solusi untuk meningkatkan penerimaan daerah. Siistem pelaporan real time dengan sistem online akan mencegah praktik penyimpangan di lapangan.

"Akan mendukung percepatan penggunaan kartu sebagai alat transaksi nontunai dalam jumlah kecil sehingga beban negara untuk mencetak uang kartal berkurang. Inovasi ini juga akan mendukung program untuk menjadikan Solo sebagai smart city," ujarnya. (mbr/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini