Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 anggota di halaman Mapolres Kendal setiap hari Selasa dan Jumat pukul 06.30 hingga 08.30 agar tidak mengganggu pelayanan. Setelah latihan mereka akan bertugas seperti biasanya.
"Ya pertama untuk 50 anggota dulu supaya tidak mengganggu jadwal pelayanan masyarakat," kata Wakapolres Kendal, Kompol Dili Yanto kepada detikcom, Selasa (30/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang berlatih anggota sendiri, yang melatih juga, kita berdayakan sumber daya yang ada," pungkas Dili.
Foto: Angling AP/detikcom |
Dili menjelaskan, selain untuk meningkatkan kemampuan beladiri anggota, latihan tersebut juga untuk membentengi diri agar mereka tidak berperilaku arogan kepada masyarakat karena sudah bisa mengendalikan diri.
"Adanya potensi sifat arogansi anggota kita hilangkan dengan mengisi kegiatan positif. Jadi yang suka bertarung bisa disalurkan melalui Muay Thai," tegasnya.
Selain itu anggota juga bisa meminimalkan penggunaan senjata api ketika mengamankan pelaku tindak pidana karena sudah menguasai teknik beladiri. Latar belakang lainnya yaitu merupakan salah satu program prioritas Kapolri untuk meningkatkan profesionalisme Polri menuju keunggulan.
"Meningkatkan kemampuan beladiri anggota sehingga meminimalkan penggunaan senpi dalam tindakan represif terhadap pelaku kejahatan," pungkas Dili. (alg/try)












































Foto: Angling AP/detikcom