Pohon ini Direkomendasikan Jadi Sekat Bakar karena Tahan Amukan Api

Pohon ini Direkomendasikan Jadi Sekat Bakar karena Tahan Amukan Api

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 18 Agu 2016 16:15 WIB
Pohon ini Direkomendasikan Jadi Sekat Bakar karena Tahan Amukan Api
Ilustrasi kebakaran lahan (Foto: Chaidir Anwar T/detikcom)
Solo - Dari ribuan jenis pohonan lokal, kita melupakan ada tanaman yang tahan terhadap amukan api. Pohon tersebut adalah Laban. Tanaman keras asli Indonesia ini bisa bertahan setelah terbakar. Tanaman ini direkomendasikan sebagai tanaman sekat bakar untuk menghambat kebakaran hutan semakin meluas dan mengurangi kerugian akibat kebakaran hutan.

Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP2TPDAS) merekomendasikan 47 jenis tanaman untuk mengurangi risiko longsor di wilayah rawan bencana. Rekomendasi ini disampaikan setelah melakukan serangkaian penelitian meliputi tipologi tajuk, evapotranspirasi, dan perakaran yang secara vegetatif mampu mengurangi longsor dangkal.

Kepala BP2TPDAS, Nur Sumedi, rekayasa vegetatif tersebut dapat diaplikasikan di wilayah rawan longsor berdasar kriteria ketinggian permukaan tanah. Untuk memudahkan pemilihan jenis pepohonan pihaknya telah melengkapi dengan pemetaan digital. Cukup dengan klik nama daerah dalam peta maka akan muncul jenis-jenis tanaman yang sesuai di lahan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemilihan jenis tanaman sangat penting karena sebab jika terjadi salah justru akan membebani tanah yang akhirnya memperbesar kemungkinan longsor. Rekayasa vegetasi ini dalam jangka panjang akan jauh lebih fungsional karena terkait dengan perbaikan struktur tanah secara alami," ujar Nur Sumedi, di Solo, Kamis (18/8/2016).

Dicontohkannya, pada daerah lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), tanaman paling sesuai adalah pinus dan alpukat. Pada ketinggian 1.500 - 2.000 mdpl direkomendasikan cengkeh, kayu manis, aren, jambu mete, dan sebagainya. Pada ketinggian 1.000 - 1.500 mdpl yang paling cocok adalah sukun, mimba, jati, kemiri, kaliandra, dan johar.

Pada ketinggian antara 500 - 1.000 mdpl cocok untuk damar, eucaliptus, lamtoro, durian, petai, mahoni dan sebagainya. Pada ketinggian 0 - 500 mdpl cocok untuk tanaman pilang, cempedak, bambu, tayuman, lengkeng, rengas, waru laut, dan lain-lain.

Selain itu, direkomendasikan juga untuk penanaman pohon Laban yang saat ini sudah cukup langka. Laban adalah tananam keras yang tahan menghadapi api. Meskipun telah terbakar, Laban tidak mati karena hangus sehingga setelah terjadi kebakaran hutan tidak perlu lagi melakukan penanaman ulang hutan yang usai terbakar.

Secara ekonomis, Laban juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang keras dan tahan air. Di Karimunjawa dan Madura, dulu banyak warga lokal yang memanfaatkan Laban untuk bahan pembuatan kapal.

"Saat ini pohon Laban sudah langka. Padahal Laban ini bagus sebagai tanaman penyekat perluasan api saat terjadi kebakaran hutan. Selain tidak mati setelah terbakar, Laban juga menghambat laju perluasan api. Karena itulah kami merekomendasikan Laban ditanam secara luas sebagai tanaman sekat bakar. Lagi pula secara ekonomi juga juga menguntungkan," lanjut Nur Sumedi. (mbr/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads