Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP2TPDAS) merekomendasikan 47 jenis tanaman untuk mengurangi risiko longsor di wilayah rawan bencana. Rekomendasi ini disampaikan setelah melakukan serangkaian penelitian meliputi tipologi tajuk, evapotranspirasi, dan perakaran yang secara vegetatif mampu mengurangi longsor dangkal.
Kepala BP2TPDAS, Nur Sumedi, rekayasa vegetatif tersebut dapat diaplikasikan di wilayah rawan longsor berdasar kriteria ketinggian permukaan tanah. Untuk memudahkan pemilihan jenis pepohonan pihaknya telah melengkapi dengan pemetaan digital. Cukup dengan klik nama daerah dalam peta maka akan muncul jenis-jenis tanaman yang sesuai di lahan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dicontohkannya, pada daerah lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), tanaman paling sesuai adalah pinus dan alpukat. Pada ketinggian 1.500 - 2.000 mdpl direkomendasikan cengkeh, kayu manis, aren, jambu mete, dan sebagainya. Pada ketinggian 1.000 - 1.500 mdpl yang paling cocok adalah sukun, mimba, jati, kemiri, kaliandra, dan johar.
Pada ketinggian antara 500 - 1.000 mdpl cocok untuk damar, eucaliptus, lamtoro, durian, petai, mahoni dan sebagainya. Pada ketinggian 0 - 500 mdpl cocok untuk tanaman pilang, cempedak, bambu, tayuman, lengkeng, rengas, waru laut, dan lain-lain.
Selain itu, direkomendasikan juga untuk penanaman pohon Laban yang saat ini sudah cukup langka. Laban adalah tananam keras yang tahan menghadapi api. Meskipun telah terbakar, Laban tidak mati karena hangus sehingga setelah terjadi kebakaran hutan tidak perlu lagi melakukan penanaman ulang hutan yang usai terbakar.
Secara ekonomis, Laban juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kapal karena jenis kayunya yang keras dan tahan air. Di Karimunjawa dan Madura, dulu banyak warga lokal yang memanfaatkan Laban untuk bahan pembuatan kapal.
"Saat ini pohon Laban sudah langka. Padahal Laban ini bagus sebagai tanaman penyekat perluasan api saat terjadi kebakaran hutan. Selain tidak mati setelah terbakar, Laban juga menghambat laju perluasan api. Karena itulah kami merekomendasikan Laban ditanam secara luas sebagai tanaman sekat bakar. Lagi pula secara ekonomi juga juga menguntungkan," lanjut Nur Sumedi. (mbr/try)











































