Ada 26 Titik Rawan Bencana, PT KAI Daops 5 Siapkan 3 Shift Penjaga Nonstop

Ada 26 Titik Rawan Bencana, PT KAI Daops 5 Siapkan 3 Shift Penjaga Nonstop

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 10 Jun 2016 20:14 WIB
Ada 26 Titik Rawan Bencana, PT KAI Daops 5 Siapkan 3 Shift Penjaga Nonstop
Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto/dok detikcom)
Banyumas - Menghadapi lebaran 2016, PT KAI Daop 5 mewaspadai 26 titik rawan gangguan bencana alam di jalur KA. Ke-26 titik rawan gangguan bencana alam berupa loongsor, ambles, banjir serta pohon tumbang di jalur KA tersebut akan dijaga petugas 24 jam penuh selama angkutan lebaran.

Selama ini, PT KAI telah menempatkan petugas penjaga selama 24 jam penuh di 4 titik rawan longsor. Masing- masing 1 titik di Kabupaten Brebes, antara Prupuk- Linggapura di km 304+2/5, 2 titik di Kabupaten Banyumas antara Notog- Kebasen di km 360+1/3 dan di km 423-424 antara Tambak-Ijo serta 1 titik di Kabupaten Kebumen, tepatnya jembatan Sungai Lukulo antara Soka-Kebumen.

"Selama angkutan lebaran 2016 jumlah petugas dan titik penjagaan kita tambah dengan 22 titik baru sehingga total ada 26 titik penjagaan daerah rawan," kata Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, Jumat (10/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, perhatian penuh terhadap lokasi rawan bencana alam tersebut untuk antisipasi karena masih tingginya curah hujan hingga saat ini. Penjagaan daerah rawan gangguan bencana di jalur kereta api tersebut untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan KA selama arus mudik dan balik lebaran. Mengingat frekuensi kereta api akan meningkat sampai 100 KA per hari.

Ke-26 titik rawan gangguan bencana alam tersebut terdiri dari 10 titik rawan longsor, 2 titik rawan banjir, 9 titik rawan ambles, 5 titik rawan pohon tumbang, dan 9 titik jembatan panjang yang rawan pada saat sungai mengalami banjir.

Sedangkan titik rawan longsor yang akan dijaga penuh selama angkutan lebaran terdapat di petak jalur Slawi- Balapulang (1 titik), petak Karangsari- Karanggandul (2 titik), petak Banjar Patroman- Langen (1 titik), petak Meluwung- CIpari (1 titik), dan petak Kawunganten- Jeruklegi (1titik).

Sementara titik rawan ambles terdapat di lintas tengah sebanyak 3 titik (petak jalur Slawi- Prupuk, Songgom- Prupuk dan Linggapura- Bumiayu) serta lintas selatan sebanyak 6 titik (petak jalur Banjarpatroman - Langen dan Kawunganten- Jeruklegi Kabupaten Cilacap.

"Petak jalur dengan jumlah titik rawan ambles terbanyak terdapat antara Kawuganten- Jeruklegi sebanyak 5 titik. Titik rawan ambles ini tersebar dalam radius 10 kilometer antara km 364+200 hingga km 374++100 di petak jalur ini," ujarnya.

Untuk titik rawan banjir sendiri terdeteksi sebanyak 3 titik, masing- masing antara Linggpura- Bumiayu Kab. Brebes (km 310+4/5), Karangsari-Karanggandul Kabupaten Banyumas (km 336+6/7) dan Meluwung- Cipari Kabupaten Cilacap (km 331+9 - 332+7).

Selain titik rawan longsor, ambles, banjir dan pohon tumbang, PT KAI Daop 5 juga memberikan perhatian serius terhadap 9 titik jembatan. "Kesembilan titik jembatan tersebut rawan saat terjadi banjir, yang bisa mengakibatkan longsor maupun amblesnya pangkal dan pilar jembatan," ucapnya.

Dia menjelaskan, selama angkutan lebaran PT KAI akan menempatkan petugas pejaga di 26 titik rawan bencana tersebut dalam 24 jam penuh.

"Kita tempatkan petugas penjaga non stop 24 jam yang dibagi dalam 3 shift. Petugas ini akan memantau dan segera melaporkan ke pusat kendali operasi KA di Purwokerto jika terjadi gejala gangguan bencana alam. Sehingga bisa diambil langkah penanganan secepatnya dan dihindari terjadinya kecelakaan," jelasnya. (arb/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini