Tujuh pelaku dibekuk yaitu warga Palembang bernama Sarmandi (40), Zakaria (41), Mantap (26), dan Iwan (40). KemudianΒ Sobril (44) warga Lampung Selatan,Β Suti (45) warga Bekasi, danΒ Fajar (34) warga Mijen Semarang. Masih ada satu orang berinisial RZ (35) warga Palembang yang berperan utama membobol mesin ATM.
Mereka sudah beraksi berkali-kali dan di berbagai daerah. Aksi terakhir di Semarang dilakukan di salah satu minimarket di Jalan Setiabudi Semarang tanggal 6 Februari 2016 lalu sekira pukul 03.00 WIB. Agar aksi mereka tidak ketahuan, mereka berbagi tugas yaitu ada yang memantau, menjebol rolling door, dan membobol mesin ATM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka buka itu rolling dor, ditutup, terus dia 'kerja'. Jadi dari luar seperti tidak ada aktifitas," kata Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, Kamis (31/3/2016).
Untuk menjebol casing mesin ATM mereka tidak kesulitan, namun untuk mengambil brankas mereka sudah mempersiapkan alat las. Butuh waktu agak lama memang untuk membobol brankas tersebut, namun mereka tetap berhasil menggondol uang puluhan juta dari ATM tersebut. Pada aksi terakhir di Semarang, mereka berhasil membawa Rp 84 juta.'
"Buat ngelasnya butuh waktu 20 menit," ujar salah satu tersangka.
Penangkapan akhirnya berhasil dilakukan hari Selasa (29/3) lalu. Empat orang diantaranya yaitu Sarmandi, Sobril, Mantap, dan Iwan ditangkap di Cibarusah, Bekasi, dan lainnya ditangkap di Kota Semarang. Dalam pelariannya, mereka juga menggunakan plat nomor palsu pada kendaraan agar tidak terlacak.
"Jaringannya kita kembangkan , masih ada satu DPO (daftar pencarian orang)," tambah Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto.
Foto: Angling AP/detikcom |
Sementara itu Burhanudin menjelaskan, komplotan tersebut sudah beraksi diberbagai tempat. Di Semarang saja setidaknya sudah ada dua mesin ATM dijebol yaitu di Setiabudi dan juga minimarket di Mangkang, tak hanya itu mereka juga menggasak 700 handphone dari konter di daerah Ngaliyan Semarang.
"Mereka setiap kali akan beraksi sudah direncanakan secara matang," tandas Burhanudin.
Dari tangan tersangka diamankan beberapa barang bukti yaitu mobil Inova dan motor Mio untuk transportasi ketika mereka beraksi, kemudian dua peralatan las beserta tabung gasnya, karun goni, plat palsu, obeng, pemotong kaca, dan benda-benda pertukangan lainnya. Burhanudin menegaskan, modus mengincar ATM di dalam minimarket tersebut harus ditanggapi serius. Pengelola minimarket harus mengaktifkan dan memaksimalkan fungsi CCTV.
"Alfamart dan Indomart harus memasang CCTV dan bisa dipantau dari rumah untuk antisipasi dan jika ada kejadian seperti ini bisa cepat ungkap," tegas Burhanudin. (alg/trw)












































Foto: Angling AP/detikcom