Gubernur Ganjar Kritik Penataan Reklame di Kawasan Simpang Lima Semarang

Gubernur Ganjar Kritik Penataan Reklame di Kawasan Simpang Lima Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 21 Mar 2016 17:47 WIB
Gubernur Ganjar Kritik Penataan Reklame di Kawasan Simpang Lima Semarang
Foto: Angling/detikcom
Semarang - Kawasan Simpang Lima Semarang menjadi ikon Kota Semarang dan terus dipercantik, namun ada catatan yang membuat kawasan tersebut kurang enak dipandang. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menganggap puluhan reklame di gedung-gedung yang mengelilingi lapangan Simpang Lima justru membuat suasananya menjadi kumuh.

Ganjar mengatakan untuk penataan di Lapangan Simpang Lima atau lapangan Pancasila itu sudah cukup baik. Namun masih ada reklame berukuran cukup besar yang seolah mengepung, serta pedagang kaki lima yang bandel meski sudah diingatkan berkali-kali.

"Saya mbededheg (geram) sama Simpang Lima karena penataannya harus baik. Kalau tamannya sudah, yangΒ  perlu ditata itu reklame, pedagang kaki lima, harus bersih," kata Ganjar kepada detikcom, Senin (21/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan dirinya sudah berkoordinasi untuk masalah penataan termasuk dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Sementara itu Hendrar, atau yang akrab disapa Hendy mengatakan Pemkot Semarang sudah mempersiapkan aturan penataan reklame bahkan sejak tahun 2014.

"Kalau pak Gub bicara seperti itu, akan jadi evaluasi. Kita sudah masuk ke pengajuan Perda penataan reklame,Β  sudah sampai DPRD. Tahun 2014 pengkajian, 2015 masuk prolegda (program legislasi daerah), awal tahun 2016 sudah mengajukan ke temen dewan agar disahkan jadi perda penataan reklame," terang Hendy.

Wali Kota yang dilantik bulan Februari 2016 lalu itu menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah dan menyerap masukan yang perlu dilakukan. Nantinya Perda yang akan disahkan tersebut tidak hanya menata reklame di Semarang, namun juga lokasi-lokasi lain agar lebih rapi.

"Kalau itu disahkan, kami jadi lebih tegas lagi dalam penataan reklame, tidak hanya Simpang Lima," tegas Hendy. (alg/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads