DetikNews
Selasa 08 Maret 2016, 13:19 WIB

#nodrivingunder17

Tekan Angka Kecelakaan Siswa, Polda Jateng Sebar Buku Lalin ke Sekolah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Tekan Angka Kecelakaan Siswa, Polda Jateng Sebar Buku Lalin ke Sekolah Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah masih mengalami peningkatan dan dominasi pelajar tingkat sekolah yang terlibat kecelakaan cukup tinggi. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemprov dan Polda Jateng untuk menekan angka kecelakaan termasuk dengan Buku Hanjar Pendidikan Lalu Lintas.

Dari data tahun 2014 terjadi 16.721 kecelakaan dan naik menjadi 18.427 pada tahun 2015. Sedangkan tahun 2016, sampai bulan Februari saja sudah 3.224 kejadian. Dari jumlah tersebut, korban yang merupakan pelajar mencapai 25%.

"Pelajar ternyata berkontribusi korban kecelakaan 25% di tahun 2015. Pada tahun 2014 berjumlah 3.503 siswa dan tahun 2015 ada 5.320 siswa, meningkat 50%," kata Wadir Lantas Polda Jawa Tengah, AKBP Muji Ediyanto saat membuka Sosialisasi dan Aplikasi Buku Hanjar Pendidikan Lalu Lintas di Mapolda Jateng, Selasa (8/3/2016).

Dari para korban yang terlibat kecelakaan, 60% tidak memiliki SIM, dan sebagian besar karena masih berstatus siswa di bawah 17 tahun. Banyak alasan bagi siswa untuk meminta motor pada orang tuanya, oleh sebab itu perlu adanya kontrol dari keluarga dan pihak sekolah juga.

"Para kepala sekolah dan guru katanya sudah angkat tangan. Di sekolah  sudah sepi motor karena dioperasi, tapi parkiran di samping sekolah  penuh. Di SMAN 5  Semarang itu hotel Amaris penuh parkirnya. Jadi kalau kita tidak berbuat, siapa lagi yang akan selamatkan," tegasnya.

Sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan siswa, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng dan Pemprov Jateng bekerjasama membuat buku modul pendidikan lalu lintas. Buku yang dianggarkan dengan dana Rp 1,7 miliar itu akan disebar ke sekolah-sekolah di Jawa Tengah.

"Implementasinya nanti tidak sendiri, bisa ke pelajaran PPKN dan lainnya," tandas Muji saat membacakan sambutan dari Dir Lantas Polda Jateng, Kombes Benyamin.

Buku tersebut akan didistribusikan ke 22.531 sekolah tingkat SD/MI dengan jumlah buku 45.062 eksemplar, kemudian 4.801 sekolah tingkat SLTP/MTs sebanyak 9.602 eksemplar, sedangkan tingkat SLTA/Ma, ada 2.962 sekolah dengan jumlah buku 5.924 eksemplar.

"Syukur Alhamdulillah kerja sama tersebut bisa terwujud dengan adanya hibah anggaran dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Polda Jateng untuk pengadaan buku modul pembelajaran lalu lintas," tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto mengatakan ini bukan pertama kalinya kepolisian menjamah siswa sekolah dalam pendidikan berlalu lintas. Diharapkan buku pembelajaran berlalu lintas tersebut bisa segera diintegrasikan dengan pelajaran lain sehingga menekan jumlah korban kecelakaan.

"Melalui buku pendidikan lalu lintas ini, lama-lama jadi kebiasaan, jadi budaya, setelah itu jadi karakter. Bisa mengurangi jumlah kecelakaan atau diharapkan bisa zero," kata Nurhadi.
(alg/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed