Ini Semak-semak dan Rumah Kosong yang Diduga Jadi 'Sarang' Ular Piton

Teror Ular di Kota Semarang

Ini Semak-semak dan Rumah Kosong yang Diduga Jadi 'Sarang' Ular Piton

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 25 Feb 2016 16:43 WIB
Ini Semak-semak dan Rumah Kosong yang Diduga Jadi Sarang Ular Piton
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Lokasi-lokasi munculnya puluhan ular piton di Jalan Anggrek, Semarang Tengah biasanya tidak jauh dari tempat-tempat lembab yang merupakan habitat mereka. Namun kadang mereka "kesasar" sampai ke permukiman warga atau jalan raya.

Ular yang muncul di Jalan Anggrek biasanya didapati di rumah kosong yang lembab dan banyak semak-semak. Lahan kosong di sekitar Jalan Anggrek pun menjadi habitat hewan melata tersebut.

Beberapa lokasi tempat ditemukannya ular piton di Anggrek Semarang yaitu di lahan kosong yang berada di Jalan Anggrek Raya yang tembus ke Jalan Anggrek IX. Kemudian rumah kosong di Anggrek X yang memang terdapat semak dan bebatuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di rumah kosong ini terus di lahan kosong di Anggrek Raya," kata salah satu warga Wawan kepada detikcom, Kamis (25/2/2016).

Bahkan tidak jarang ular itu kesasar di jalan seperti yang terjadi hari Rabu (24/2) malam kemarin. Saat itu warga melihat ular piton di dekat portal dan langsung ditangkap.

"Tadi malam jam 22.00 malam. Dapat panjangnya sekitar 90 cm. Ini ularnya tidak mati, disimpan," tandasnya.

Puluhan ular "meneror" warga Anggrek Semarang Tengah sejak sebulan terakhir. Ular-ular itu muncul di tanah kosong, rumah kosong, bahkan di kamar mandi. Juga meja makan di rumah warga. Rumah yang dimasuki ular biasanya juga tidak jauh dari rumah kosong atau tanah lapang.

Rumah kosong yang oleh warga diduga sebagai sarang ular piton (Foto: Angling AP/detikcom

Menurut Ketua komunitas pecinta Reptil Retic's, Azmi (30) mengatakan di perkotaan biasanya ular bisa tinggal di gorong-gorong atau tempat lembab lainnya. Sedangkan untuk kasus di Jalan Anggrek, kemungkinan habitat mereka kebanjiran atau rusak.

"Di sekitar situ kan gorong-gorong banyak. Kemarin hujan deras mungkin banjir, pada keluar. Bisa juga karena habitatnya rusak karena ada pembangunan-pembangunan," kata Azmi

Selain itu banyaknya ular yang muncul juga karena musim telur ular menetas di awal tahun. Sehingga jumlah yang ditemukan memiliki ukuran bervariasi bahkan ada yang masih sekitar 50 cm

"Itu ada indukannya. Musim dia bertelur ituย  akhir tahun. Menetas di awal tahun, wajar kalau keluar banyak," ujarnya. (alg/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads