Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan pemilihan lokasi di lapangan terbuka memang disengaja agar masyarakat dan warga dapat melihat langsung. Acara tersebut juga hasil patungan para pasangan Bupati maupun Wali Kota sesuai Pasal 166 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015.
"Konsepnya itu kan karena ini momentum yang jarang, ada pilkada serentak dan pelantikan serentak. Kalau di gedung yang lihat sedikit," kata Ganjar rumah dinasnya, Puri Gedeh, Jalan Gubernur Budiyono Semarang, Selasa (16/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau mereka (pemimpin daerah terpilih) bawa kuliner masing-masing. Misalnya di sisi Barat ada Purbalingga bawa Sroto, di Utara ada Pekalongan bawa Sego Begono, Solo bawa Nasi Liwet, Wonogiri bawa Tiwul. Jadi nanti orang bisa cicipi, tidak hanya nonton seremoni, ada unsur seni, partisipasi publik, dan tontonan, jadi substansinya diawal sudah greget," tandas Ganjar.
Pelantikan akan digelar mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Seluruh akses menuju Simpang Lima akan ditutup. Untuk warga yang ingin datang ke pesta rakyat, sudah disediakan kantong parkir di halaman Stasiun Dipongeoro dan lapangan Tri Lomba Juang (Mugas) Semarang. Shuttle bus juga disiapkan dan siap mengangkut warga dari kantong parkir menuju Simpang Lima.
"Untuk warga, tandurane dijogo, ojo diidak-idak (tanamannya dijaga, jangan diinjak-injak)," pesan Ganjar. (alg/trw)











































