Dua pasangan itu adalah santriwati berinisialΒ NLM (20) warga asli Pusakajati, Kabupaten Subang, Jawa Barat dan pemuda berinisial DYA (24) wargaΒ Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. NLM menenggak obat yang dibeli lewat online hingga akhirnya mengalami pendarahan.
"Dia atau pelaku aborsi mengkonsumsi obat belinya online untuk gugurkan kandungan. Usia kandungan 7 bulan. Mereka tidak direstui orangtua," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, Jumat (12/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka kenanya undang-undang kesehatan. Ditangani juga PPA setempat (Polsek Tembalang). TKP-nya pondok pesantren," tandas Burhanudin tanpa menjelaskan terkait UU Kesehatan tersebut.
Diketahui hari Kamis (11/2) kemarin DYA dan NLM datang menggunakan motor ke RSUD Kota Semarang. Mereka awalnya mengaku mengalami sakit di perut, namun tim dokter jelas sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada NLM yang mengalami pendarahan Retplast karena plasenta yang masih tertinggal di perut NLM.
Informasi adanya praktik aborsi itu juga sudah diketahui pihak kepolisian sehingga setelah NLM mendapat penanganan medis, polisi menggelandang DYA. Tidak disangka DYA menunjukkan mayat bayi mereka yang terbungkus karung dan sarung di dalam bagasi motor.
Direktur RSUD Kota Semarang, dr Susi Herawati, M. Kes mengatakan pendarahan yang dialami NLM sudah terjadi sejak Rabu (10/2). Saat tiba di rumah sakit, kondisi NLM juga sudah mulai pucat kekurangan darah dengan tali pusar bayi yang masih berada di kandungan.
"Dokter kandungan bilang ada tali pusar dalam perut. Datang itu kondisi agak anemia, pucat,Β dan lainnya, tapi lumayan tidak membahayakan, kita pasang infus," terang Susi.
Terkait penyebab pendarahan, Susi menjelaskan pihaknya tidak bisa mengungkapkan karena hal itu bukan wewenang dokter. Namun jika memang membeli obat lewat online, bisa jadi sejenis obat penyakit mag yang bisa menimbulkan kontraksi.
"Seandainya benar minum obat,Β memang untuk mempercepat persalinan. Itu bisa obat maag, efek untuk ibu hamil akan kontraksi," pungkas Susi.
"Saat ini pasien stabil. Dirawat di ruang Srikandi," imbuhnya. (alg/try)