Informasi yang diperoleh detikcom, pasangan tersebut mendatangi RSUD Kota Semarang sekira pukul 12.00 WIB untuk membawa si perempuan yaitu NLM (20) warga asli Pusakajati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, karena mengalami pendarahan. Pengantarnya tidak lain adalah kekasih NLM yaitu DYA (24) wargaย Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabuapten Grobogan.
Setelah NLM mendapat penanganan dari pihak rumah sakit, ternyata ada polisi berpakaian preman yang kemudian menanyai DYA. Tidak lama kemudian DYA menunjukkan dimana ia menyimpan janin hasil hubungan gelapnya dengan NLM. Janin tersebut dibungkus sarung yang disimpan dalam bagasi motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu NLM dirawat di salah satu ruangan di RSUD Kota Semarang hingga saat ini karena sempat mengalami pendarahan Retplast di mana plasenta masih tertinggal di dalam tubuh sang ibu. Jika melahirkan normal, seharunya dilakukan pengeluaran plasenta setelah 10 menit bayi lahir.
Kapolsek Tembalang, Kompol Ibnu membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya masih memintai keterangan DYA yang dibawa ke Mapolsek Tembalang.
"Masih penyidikan, statusnya tersangka," kata Ibnu saat dihubungi melalui telepon seluler.
Praktik aborsi tersebut dilakukan dengan cara meminum obat aborsi yang dibeli tersangka lewat online. NLM diinformasikan merupakan santriwati salah satu pesantren di wilayah Tembalang. Aborsi dilakukan tersangka di lingkungan pesantren hari Rabu (10/2)
"Aborsinya menggunakan obat yang dibeli online," kata sumber yang enggan disebutkan namanya. (alg/try)











































