Hal itu diungkapkan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Musyafak usai Apel Operasi Lilin Candi 2015 di markas Polda Jawa Tengah. Musyafak mengatakan dalam operasi kali ini pihaknya mengerahkan 8.685 personel dibantu 1.913 anggota TNI dan 8.168 lintas sektoral.
"Fokus pengamanan untuk tanggal 25 adalah Gereja," kata Musyafak, Rabu (23/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 25 terkait ibadah, termasuk antisipasi teroris. Teman-teman kemarin memonitor di Solo ditangkap itu satu orang (terduga teroris). Yang namanya Solo raya itu jadi perhatian kita baik berkaitan dengan ISIS atau teroris," terang Musyafak.
"Pengamanan Solo raya ditambah, Prioritas utama 2015, Solo raya," imbuhnya.
![]() |
Selain Solo raya, ada wilayah lain yang diperketat antisipasi terornya yaitu Pekalongan dan Pemalang. Menurut Musyafak, ada 'sejarah' di dua Kabupaten di Jawa Tengah itu.
"Untuk teroris, selain Solo raya kita memonitor Pekalongan dan Pemalang, karena memang di situ sejarahnya ada," tegas Musyafak.
Wakapolda juga menegaskan jajarannya agar cepat melakukan deteksi dini agar situasi seperti pembakaran kantor Gubernur Kalimantan Utara tidak terjadi di Jawa Tengah.
"Meninggalnya 2 suporter Arema yang dilakukan penganiayaan, pengeroyokan oleh bonek, itu juga tidak boleh terulang. Rapat koordinasi dilakukan baik dengan pengamanan maksimal. Dua ini agar tidak terjadi dalam pengamanan kali ini," tegasnya.
Operasi Lilin Candi 2015 dimulai hari ini hingga 10 hari ke depan atau 2 Januari 2016. Wakapolda meyakinkan, pihaknya dibantu berbagai pihak akan mengamankan prosesi Natal dan perayaan Tahun Baru.
"Untuk tahun baru fokus pengamanan di tempat wisata dan berkumpulnya warga," ujarnya. (alg/try)











































