Suharso adalah warga Tegal, Jateng. Baru kemarin dia berkunjung di rumah kakaknya, Yulianto, di Dukuh Sapian, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.
Suharso ditemukan bersimbah darah di kamar, Selasa (1/12) sore. Yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah Yulianto sekitar pukul 14.00 WIB ketika dia pulang dari bekerja sebagai satpam di sebuah perusahaan jamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yulianto langsung melaporkan ke kepala desa dan polisi. "Masih diselidiki anggota kami, apakah korban sengaja bunuh diri atau pembunuhan. Korban mengalami luka tembak di kepala hingga tembus. Jenis senjata api yang digunakan, masih diperiksa apakah senjata rakitan atau standar," kata Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, di lokasi kejadian.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan senjata api dan selembar surat wasiat. Namun Kapolres belum bersedia membeberkan isi surat tersebut dengan alasan masih akan diperiksa keaslian surat tersebut apakah benar-benar dibuat oleh Suharso atau bukan.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi, termasuk kakak korban yang pertama kali menemukannya. Korban ini sudah lama tidak mengunjungi kakaknya di sini. Sudah 10 tahun lebih berpisah. Baru kemarin itu datang lagi dan kemudian terjadi peristiwa ini. Bahkan kakaknya tidak tahu apa pekerjaan korban sekarang," lanjut Kapolres. (mbr/try)











































