Pertengahan 2016, Listrik di Karimunjawa Bisa Menyala 24 Jam

Pertengahan 2016, Listrik di Karimunjawa Bisa Menyala 24 Jam

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 13 Nov 2015 18:05 WIB
Pertengahan 2016, Listrik di Karimunjawa Bisa Menyala 24 Jam
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Jepara - Karimunjawa, Jepara terkenal akan keindahan wisata baharinya. Namun pulau di Laut Jawa itu hingga kini belum bisa menikmati terangnya listrik selama 24 jam.

Sekitar 1.700 kepala keluarga di Karimunjawa selama ini hanya menikmati aliran listrik hanya enam jam, mulai pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB, setelah itu, gelap gulita. Listrik tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan bahan bakar solar non subsidi.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuki mengakui energi listrik menjadi masalah utama di Karimunjawa. Masyarakat hanya bisa memanfaatkan listrik selama enam jam, dan tentu saja itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi warga di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendala utama Karimunjawa memang soal kebutuhan energi atau listrik. Padahal listrik itu bagaikan 'nyawa'," kata  Ahmad kepada detikcom di Karimunjawa, Jumat (13/11/2015).

Namun kini ada harapan bagi warga Karimunjawa karena Pembangit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) sudah akan dibangun. Lahan sudah dibuka di Legonbajak RT 02 RW 03, Kemujan, Karimunjawa. Jika sudah beroperasi, pembangkit listrik itu akan cukup menerangi Karimunjawa 24 jam sehari.


General Manager PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Yugo Riatmo menjelaskan saat ini listrik di Karimunjawa dikelola oleh Pemkab Jepara menggunakan PLTD. Ke depan kelistrikan di Karimunjawa akan dikelola oleh PLN. Hal itu sudah ditandai dengan pemasangan jaringan berupa tiang dan kabel listrik di Karimunjawa.

"Sudah ada persetujauan direksi, ke depan kelistrikan Karimunjawa akan dikelola PLN, ini tahap persiapan. Yang sudah dilakukan yaitu pembangunan infrastruktur jaringan, distribusinya sedang dibangun," kata Yugo.

Tahap distribusi sudah sampai ke pembangunan pembangkit. PLN dalam hal ini menyerahkan ke anak perusahaannya yaitu Indonesia Power.

"Kemudian dari sisi distribusi sudah sosialiasi untuk pendataan calon pelanggan. Sehingga ke depan kalau dikelola PLN, maka administrasi, persyaratan dan ketentuannya harus selaras ketentuan di PLN untuk melayani pelanggan," terangnya.

"Selama pelanggan masih dilayani PLN, maka tarif sama," imbuh Yugo.

PLTMG memang masih menjadi proyek jangka panjang. Namun sembari menunggu PLTMG itu, lanjut Yugo, pihaknya akan menggunakan PLTD milik Pemkab Jepara dan mendistribusikan ke Karimunjawa  sehingga listrik bisa menyala 24 jam meski masih menggunakan tenaga diesel.

"Sambil menunggu pembangkit permanen dari Indonesia Power tadi, kita rencanakan kerjasama dengan Pemkab Jepara. Ada kerjasama operasi, sementara kita menggunakan mesin yang dimiliki Pemkab Jepara tetapi seperti biaya operasi, pemeliharaan, serta operasional akan dibuat kerjasama antara Pemkab Jepara dan PLN dan Indonesia Power," jelasnya.

Ia menambahkan,  beban listrik di Karimunjawa saat ini  sekitar 2 Megawatt sehingga menurutnya  pembangkit listrik yang masih sesuai sampai saat ini adalah diesel. Oleh sebab itu pertengahan tahun 2016 Karimunjawa akan bisa menikmati layanan llistrik 24 jam dengan menggunakan tenaga diesel hasil kerjasama Pemkab Jepara dan PLN sebelum PLTMG beroperasi.

"Jadi untuk pertengahan 2016 nanti tetap menggunakan diesel dulu, 2 x 2,5 megawatt. Itu sudah bisa untuk 24 jam. PLTMG-nya masih lama, akan ada evaluasi juga mempertimbangkan peningkatan beban," pungkas Yugo.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Kapolda Jateng, Irjen Pol Nur Ali, dan Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto  yang meninjau langsung lokasi pembangunan PLTMG berterimakasih kepada warga yang rela tanahnya diganti rugi untuk pembangunan pembangkit listrik itu.


"Terimakasih, kalau bapak-bapak tidak kasih, tidak jalan. Sekarang masih enam jam ya pak?"kata Ganjar kepada warga bernama Hidayat (32).

Ganjar mengatakan PLTMG dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Karimunjawa agar bisa terpenuhi 24 jam setiap hari. Ia berharap warga Karimunjawa bersabar hingga PLTMG bisa beroperasi.

"Ini untuk memenuhi kebutuhan listrik yang cuma enam jam. Dibikin 24 jam. Sekarang listrik tergantung diesel yang tidak bisa disubsidi," pungkasnya.

Orang nomor satu di Jateng itu juga melakukan sosialisasi ketika menggelar pertemuan dengan warga di kantor Kecamatann Karimunjawa. Ia juga menyebutkan, upaya memperbaiki distribusi listrik di Karimunjawa sudah dilakukan tahun 2014 namun terkendala.

"Sebenarnya deadine 2014 tapi tidak sanggup, diseret ke tahun 2015. Harapannya pertengahan tahun 2016 lisrtik menyala 24 jam," kata Ganjar.

"Nanti yang ini (PLTMG), listrik diesel tetap menyala, gas masuk," imbuhnya.

Salah satu warga asli Karimunjawa, Hidayat mengatakan memang listrik menjadi kendala di tempat tinggalnya. Oleh karena itu ia menyambut baik pembangunan PLTMG tersebut dan rela menyerahkan lahan miliknya.

"Ini lahan punya tiga orang, sekitar 1.000 meter persegi. Tidak apa-apa untuk PLTMG," ujar Hidayat. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads