Mantan Kabiro Keuangan Jateng Ditahan Kejaksaan terkait Kasus Bansos

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 29 Sep 2015 17:55 WIB
Foto: Angling Adhitya P
Semarang - Mantan Kepala Biro Keuangan Provinsi Jawa Tengah, Agoes Soeranto ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tahun 2011.

Agoes yang mengenakan rompi tahanan oranye bernomor lima terlihat digiring penyidik Kejati Jateng menuju mobil tahanan. Ia terus menutupi hidungnya sejak keluar dari ruang penyidik hingga mobil di lantai dasar.

Kuasa hukum tersangka, Djunaedi mengatakan pihaknya keberatan dengan penahanan yang dilakukan kejaksaan terhadap kliennya.  Menurut Djunaedi masih ada tersangka lain yang belum diadili contohnya mantan Kabiro Bina Sosial, Joko Mardiyanto.

"Seharusnya selesaikan dulu perkara Joko. Tidak bisa tiba-tiba begini," tandas Djunaedi, Selasa (29/9/2015).

"Kami pelajari dulu kasusnya," imbuhnya.

(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)

Sementara itu Plh Kepala Seksi penerangan Hukum Kejati Jateng, Doni Eko Cahyono penahanan terhadap tersangka yang saat ini menjabat Kabiro Administrasi Pembangunan Daerah Jateng akan dilakukan selama 20 hari di lapas Kedungpane Semarang. Tersangka tadi diperiksa sejak pukul 10.00 hingga 14.30.

"Selama 20 hari ke depan ditahan dan bisa diperpanjang. Mengenai keberatan penasehat hukum, itu sah-sah saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus tersebut mulai terkuak dari audit BPKP Jateng yang diambil dari 164 sampel penerima bantuan, ternyata keseluruhannya bermasalah dan hanya diterima oleh 21 orang. Nilai kerugian sementara dari kasus itu mencapai Rp 654 juta.

Selain Agoes, ada tersangka lainnya yaitu Joko Mardiyanto yang saat ini menjabat staf ahli Gubernur dan Joko Suryanto selaku Ketua Tim Verifikator Proposal Bansos. Lima penerima bansos juga ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait keterlibatan Agoes, disinyalir ia mengeluarkan nota dinas yang ditujukan ke Biro Bina Sosial. Isi nota tersebut agar proposal Bansos yang diajukan melalui Biro Keuangan agar bisa segera diproses. (alg/try)