Menurut Pjs Kades Ngagrong, Sutardi, keberadaan api pertama kali diketahui warga pada Minggu (27/9) tengah malam. Pagi harinya warga bersama petugas dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMB) dan Kodim 0724/Boyolali telah naik untuk melakukan upaya pemadaman.
"Lokasi kebakaran di ketinggian sekitar 2.000 hingga 2.500 mdpl. Tapi upaya pemadaman memang tidak akan mudah karena lokasi kebakaran yang terjal dan angin di atas cukup kencang. Waktu tempuh ke lokasi kebakaran juga memakan waktu hingga enam jam," ujar Sutardi yang menambahkan hingga malam ini upaya pemadaman masih terus dilakukan, Senin (28/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu dicek apakah matinya saluran air karena pipanya rusak akibat kebakaran atau tidak. Karena sebetulnya kedua mata air itu masih beberapa kilometer dari lokasi kebakaran," lanjut Sutardi. (mbr/try)











































