Oleh Pria ini, Kambing Kurban 'Dipercantik' agar Laku Dijual

Oleh Pria ini, Kambing Kurban 'Dipercantik' agar Laku Dijual

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 14:29 WIB
Oleh Pria ini, Kambing Kurban Dipercantik agar Laku Dijual
Foto: Angling Adhitya P
Semarang - Jelang Idul Adha, penjual hewan kurban berlomba memberikan layanan terbaiknya pada pembeli. Di Semarang ada Gobing, tempat penjual kambing kurban lengkap dengan fasilitas salon kambing gratis.

Jika mendengar  kata "salon", pasti terbayang perawatan rambut untuk manusia, namun di salon kambing Gobing, para kambing yang akan "dilayani" manusia mulai dari dibersihkan bulunya, dimandikan, sampai disisir rapi.

Margo Santoso (36) merupakan pemilik Gobing yang letaknya berada di depan rumahnya di Jalan Arjuna Raya nomor 61 RT 05 RW 02, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, tidak jauh dari kampus Udinus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gobing itu singkatan Margo kambing. Saya sudah jual kambing sejak 14 tahun lalu. Kalau tidak untuk Idul Adha, biasanya untuk Aqiqah," kata Margo sembari menarik satu kambing besar ke "kamar mandi", Jumat (11/9/2015).

Gobing mulai memiliki fasilitas salon kambing sejak 2009 lalu. Dalam sehari Margo bisa "melayani"  25 ekor kambing di salonnya.  Tidak mudah baginya untuk memandikan kambing karena tidak jarang mereka memberontak ingin lari.

Saat detikcom mendatangi Gobing, Margo dan temannya sedang berusaha menarik seekor kambing ke kamar mandi terbuka yang berada di dekat kandang. Si kambing awalnya berontak, namun setelah air diguyur, kambing tersebut tenang dan Margo mulai menuang sabun dan sampo.

"Sabun dan samponya biasa. Memang agak susah kalo kambingnya berontak," ujar Margo.

Kambing dimandikan

Fasilitas salon kambing tersebut, lanjut Margo, diberikan gratis kepada para pelanggannya. Bahkan tidak hanya itu, ia juga rutin melakukan tes kesehatan, kontrol baguan mata, kaki, hingga pemberian vitamin.

"Di kaki itu  menimbulkan kutu. Terus biasanya di bawah kuping itu ada seperti gatal, apalagi cuaca  panas seperti  ini. Kutu itu dampaknya ke daging, tidak bisa gemuk. Saya juga beri  nutrisi sentrat, tetes tebu, garam, vitamin, kontrol tiap hari kasih obat cacing," ujarnya.

Dengan pelayanan lengkap itu Margo tidak memberikan biaya tambahan. Ia tetap menjual harga kambingnya sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Menurut Margo, pelayanan gratis itu diberikan untuk kepuasan pelanggan.

"Semua itu gratis termasuk ongkos kirim dalam kota. Biar pelanggan saya puas," tandas Margo.

Untuk pemasarannya, Margo melakukan dengan menyebar selebaran dan berita dari mulut ke mulut. Menurut Margo, daya tarik penjualan dagingnya memang ada pada salon kambing dan harganya yang lebih murah.

"Ini saya jual 250 sampai 300 ekor kambing. Ini sudah terjual 150-an ekor. Pembelinya ada dari perorangan sampai perusahaan," pungkasnya. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads