Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Bantah Pukul Anggota Ormas

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Bantah Pukul Anggota Ormas

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 00:37 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Bantah Pukul Anggota Ormas
Foto: Angling/detikcom
Semarang - Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso dilaporkan ke polisi oleh anggota Pemuda Pancasila (PP) terkait keributan yang terjadi di Balai Kota Semarang, Jateng.

Joko yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Pemuda Pancasila Kota Semarang membantah melakukan pemukulan terhadap pelapor yaitu Anggoro (29) selaku anggota Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila.

Meski sama-sama dari Pemuda Pancasila (PP), Joko dan Anggoro mendukung pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Semarang. Joko merupakan Ketua Tim Pemenangan pasangan Sigit-Agus sedangkan Anggoro mendukung pasangan Soemarmo-Zuber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditemui di pos pemenangan Sibagus (Sigit bersama Agus) di Jalan Veteran Semarang, Joko mengaku sempat jengkel dengan dukungan dari anggota PP yang dukungannya bersebrangan dengan dirinya. Namun ia mengakui PP sebagai organisasi kemasyarakatn bebas menentukan pilihan.

"Pemuda Pancasila  tidak pecah, Pemuda Pancasilaitu organisasi kemasyarakatan, kan punya hak politik. Teman-teman  bebas mau coblos mana," kata Joko saat ditemui detikcom, Senin (24/8/2015) malam.

Joko menjelaskan, saat peristiwa terjadi, ia berjalan di depan Toyota Rush putih bernopol H 9223 DH yang ternyata melaju dibelakangnya. Mobil tersebut memainkan gasnya hingga memicu emosi. Saat Joko menengok pengemudinya, ternyata Anggoro yang memakai seragam PP doreng hitam oranye.

"Terkait masalah Anggoro, saya jalan di depan mobilnya. Saya sudah berbalik tapi dia masih mbleyer (memainkan gas). Dilihat ternyata anak pemuda pancasila soalnya pakai seragam," terangnya.

Sebagai ketua PP, Joko langsung menanyai Anggoro termasuk mempertanyakan soal kartu anggota. Tenyata rentetan pertanyaan Joko tidak dijawab. Ia mengaku memang saat itu meminta Anggoro untuk turun dari mobil.

"Saya ketok (kaca mobilnya), saya tanya anak mana tidak jawab, pnya KTA atau tidak, juga enggak ngomong. Saya bilang 'mas, turun,'  dia malah bentak-bentak," tandasnya.

Terkait pengakuan Anggoro yang semoat dipukul Joko di bagian muka hingga lebam, Joko menegaskan hal itu tidak terjadi. Meski demikian pihaknya siap mengikuti proses hukum yang ada.

"Namanya juga laporan, biasa. Saya tidak pernah pukul. Ya, monggo ikuti proses hukum, kita warga negara Indonesia," tegas Joko.

Sementara itu terkait dua anggota PP lainnya yang juga ikut melapor yaitu Didik Prasetyo dan Zubaid, Joko mengakui saat itu emosi dan melampiaskan kepada kedua pelapor yang saat kejadian berboncengan motor.

"Yang itu saya sebelumnya sudah ingatkan tentang atribut. jangan terpancing mendukung pasangan calon dengan membawa lembaga," pungkas Joko.

Ia pun mengaku tidak pernah mengarahkan PP untuk mendukung pasangan calon. Sedangkan ia menjadi ketua tim sukses bukan atas nama PP melainkan sebagai kader partai Gerindra.  Dari informasi yang diperoleh Joko, anggota PP yang mendukung pasangan Soemarmo-Zuber ternyata bukan dari sturktur PP yang dipimpinnya.

"Sebelum kejadian saya sudah sampaikan ke PAC, perintah siapa untuk  mobilitas PP? Ternyata bukan dari struktur PP, tapi dari  Jawa Tengah," tuturnya.

"Saya tidak pernah pakai PP (untuk mendukung paslon) dan tidak mengarahkan PP untuk ke sana ke mari," imbuh Joko.

Selain Joko, ada satu lagi terlapor yaitu Yuli, ketua pimpinan anak cabang Pemuda Pancasila (PP) Semarang Barat. Keduanya kini sudah resmi dilaporkan dalam satu berkas atas pasal 170 KUHP terkait dugaan tindak pidana penganiayaan. Laporan diterima petugas SPKT Polrestabes Semarang dengan nomor LP/B/643/VIII/2015/Jateng/Restabes.

Sementara itu peristiwa rusuh berlangsung di halaman Balai Kota Semarang sore hari usai KPU mengumumkan penetapan Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Semarang pelapor Anggoro mengaku dipukuli hingga ia harus melakukan visum sebelum lapor ke Polrestabes Semarang. Sedangkan dua pelapor lainnya ada yang dipukul helmnya hingga pecah. (alg/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads