Dia tak canggung mengikuti Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Palapa, UGM di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP). Acara tersebut berlangsung mulai hari ini, Selasa (18/8/2015) hingga Minggu (23/8/2015).
Eki kelahiran Sragen 19 tahun lalu. Dia menyelesaikan sekolah di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dan diterima di FH UGM melalui program SNMPTN. Dia memperoleh beasiswa program Bidikmisi. Meski tubuhnya tidak tumbuh sempurna sejak lahir seperti orang normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterbatasan fisik ini tidak pernah membatasi keinginan saya untuk meraih cita-cita," ungkap Eki seusai mengikuti acara pembukaan.
Menurut Eki, kuliah tanpa harus mengeluarkan biaya itu sangat meringankan beban orangtuanya. Dari penghasilan kedua orangtuanya hanya cukup untuk memenui kebutuhan sehari-hari.
"Ibu saya sehari-hari berjual kue dititipkan di warung-warung dekat rumah. Ayah juga bekerja serabutan istilahnya," kata Eki yang tinggal di Kampung Pingit, Jetis Kota Yogyakarta.
Eki yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara ini mengaku sangat bahagia ketika mengetahui dinyatakan lolos masuk UGM. Dia berharap ke depan dapat mengikuti perkuliahan dengan lancar dan lulus tepat waktu. (bgs/try)











































