PBI sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 5 Agustus lalu hingga 10 Agustus mendatang. Kegiatan hari pertama dimulai dengan bioskop keliling di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Hari berikutnya selain di Simpang Lima, ada juga pemutaran film dan dialog kesejarahan di Universitas Diponegoro.
Selain itu gedung Lawang Sewu juga digunakan untuk tiga jenis pameran yaitu pameran kesejarahan dan nilai budaya, pameran dan workshop permainan anak nusantara, dan pameran cagar budaya warisan dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada 11 lokasi yang dijadikan tempat penyelenggaraan yaitu ada juga di gedung Ki Nartosabdo TBRS untuk pagelaran wayang orang. Sejumlah hotel juga menjadi tempat kegiatan di hari keempat untuk acara musikalisasi puisi. Bersamaan dengan itu di UNNES juga digelar presentasi lomba karya tulis sejarah, resensi buku sejarah, dan cerdas cermat.
Di hari yang sama juga akan digelar musik kontemporer di GOR Tri Lomba Juang dengan menampilkan band The Rollies, Elpamas, Keroncong Rock Orchestra, Genk Qobra Progresive, dan Power Slave.
"Pekan Budaya Indonesia ini meliputi banyak mata budaya mulai gelar masyarakat adat yang banyak di Indonesia sampai seni modern. Karena itu kita bisa ketahui nilai-nilai tradisional. Ada kegiatan nonton film bareng tentang sejarah. Ada wayang orang nanti malam, pagelaran musik modern anak-anak muda," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan selaku ketua panitia dalam sambutannya, Jumat (7/8/2015) sore.
"Mudah-mudahan kedepan ini kegiatan bisa terus. Insya Allah tahun depan di provinsi lain," imbuhnya.
Sementara itu Anies mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali dilakukan itu agar banyak generasi muda yang tahu tentang budaya Indonesia dan mau untuk melestarikannya. Selain itu menurut Anies, generasi muda harus melihat tradisi sebagai sesuatu yang keren dan bukan ketinggalan zaman.
"Anak-anak muda bisa kombinasikan antara tradisi yang melekat dengan ekspresi baru yang di kalangan anak muda dianggap keren. Tadi kita lihat tarian Topeng Ireng misalnya. Pekan Budaya Indonesia ini pertama kali, di Semarang. Kita ada 11 tempat, harapannya lebih banyak anak-anak yang melestariakn dan mengembangkan kebudayaan," kata Anies.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi kegiatan tersebut digelar di Jawa Tengah yang memang memiliki beragam kebudayaan.
"Kita punya itu, punya karakter, punya identitas, jangan sampai punah, Ini pas momennya, 70 tahun Indonesia merdeka. Kemendikbud melakukan pendekatan ke masyarakat, pendekatan budaya memainkan perasaan dan hati. Banyak hal harmoni yang bisa dilakukan dengan menggandeng emosi ini," tandas Ganjar Pranowo.
Dalam acara pembukaan tersebut ditampilkan defile kebudayaan mulai dari mainan anak-anak, tradisi, kebudayaan, dan pakaian adat yang diwakili beberapa daerah. Warga yang hadir juga bisa langsung mendatangi berbagai stand yang mengelilingi Lapangan Pancasila. (alg/rul)











































