Pabrik jamu PT Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang menjadi tempat pilihan mereka mencari tahu tentang jamu herbal. Laura, Marine, dan Charline, mereka sangat antusias ketika tiba di pabrik dan mencicip salah satu produk.
"Ini enak, saya merasa kuat," kata Laura di Agrowisata PT Sido Muncul, Semarang, Selasa (4/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga melakukan riset tentang efek samping," tandas Charline.
![]() |
Prof Gerard Mauco, MD-PHD mengatakan pihaknya memilih Sido Muncul untuk kerja sama karena merupakan perusahaan jamu terbesar di Indonesia.
"(PT Sido Muncul) Juga memiliki proses (produksi) yang bagus.Β Kami pilih Sido Muncul karena merupakan perusahaan jamu dan farmasi terbesar. Ini kerjasama yang unik karena Sido Muncul lembaga bisnis dan kami adalah lembaga keilmuan, jadi saling mengutungkan," kata Gerard dalam bahasa Inggris.
Sementara itu Presiden Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan jamu Indonesia memang menarik perhatian akademisi untuk melakukan penelitian. Beberapa negara memang sudah memiliki pengobatan herbal, namun menurut Irwan obat herbal di luar negeri tidak seunik jamu.
"Eropa itu ada, tapi ya tunggal, jadi ginger sendiri,Β garlic sendiri, kalau mix seperti ini tidak ada. Ya kita dimintai kerjasama akademisi masak enggak mau. Dalam bidang ilmu harus berbagi," tandas Irwan.
![]() |
"Jangka waktu kerjasama 1 tahun dulu. Ada kemungkinan ditambah lagi," terang Irwan.
"Obat herbal Indonesia sangat dikenal. Obat herbal merupakan harta kekayaan Indonesia, jadi sesekali mereka yang belajar dari kita," tandas Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama SH. Mhum. (alg/try)













































