Forum Peduli Masyarakat Makamhaji (FPMM) mendesak KPK segera turun tangan mengusut proyek underpass Makamhaji. Juru bicara FPMM, Cucu Suryanto, menilai Pemerintah telah menyusahkan warga dengan pembangunan underpass asal-asalan, padahal menghabiskan dana Rp 27 miliar.
Underpass yang semula dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di pintu perlintasan KA Makamhaji. Namun dalam kenyataannya, underpass justru mematikan perekonomian, terutama toko-toko di sekitar lokasi underpass. Selain itu kualitas bangunan dan aspal yang dinilai di bawah standar minimal, membuat kualitas aspal sering mengelupas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa hari terakhir, ketika kawasan Solo dan sekitarnya sering diguyur hujan lebat, underpass Makamhaji ditutup total karena selalu tergenang air. Kendaraan dari kedua arah harus putar balik. Ada yang lewat di jalan-jalan kampung, ada juga yang lewat jalan lain di Solo karena lokasinya berada di perbatasan Solo dengan Sukoharjo. Dampaknya menimbulkan kemacetan di beberapa lokasi di dalam Kota Solo.
"Sejak underpass beroperasi banyak masalah terjadi. Kalau hujan turun, pasti tergenang akibatnya banyak pengguna jalan yang putar arah masuk kampung sehingga banyak jalan kampung yang rusak. Kami penah meminta meminta Pemkab Sukoharjo namun berdalih karena proyek pusat sehingga Pemkab tidak bisa berbuat banyak," ujar Cucu, Selasa (28/4/2015).
Aksi warga ditandai dengan berbagi cara. Ada yang membentangkan spanduk, ada yang menamam pohon pisang di tengah jalanan rusak, ada pula yang memasang rakit bambu untuk menyindir bahwa jalan tersebut lebih layak disebut genangan danau.
(mbr/try)










































