Warga Sukoharjo Protes Kondisi Underpass Makamhaji Rusak Total

Warga Sukoharjo Protes Kondisi Underpass Makamhaji Rusak Total

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 12:28 WIB
Warga Sukoharjo Protes Kondisi Underpass Makamhaji Rusak Total
(Foto: Muchus Budi R/detikcom)
Sukoharjo - Puluhan warga di Desa Makamhaji menggelar aksi di underpass Makamhaji, Kartosuro, Sukoharjo. Mereka mendesak KPK mengusut proyek underpass seharga Rp 27 miliar yang belum genap berusia 3 tahun tersebut. Sejak awal diresmikan, underpass tersebut selalu sarat dengan masalah, terutama di musim hujan. Bahkan dalam beberapa hari terakhir jalan di underpass ditutup total karena rusak parah dan tergenang air cukup tinggi.

Forum Peduli Masyarakat Makamhaji (FPMM) mendesak KPK segera turun tangan mengusut proyek underpass Makamhaji. Juru bicara FPMM, Cucu Suryanto, menilai Pemerintah telah menyusahkan warga dengan pembangunan underpass asal-asalan, padahal menghabiskan dana Rp 27 miliar.

Underpass yang semula dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di pintu perlintasan KA Makamhaji. Namun dalam kenyataannya, underpass justru mematikan perekonomian, terutama toko-toko di sekitar lokasi underpass. Selain itu kualitas bangunan dan aspal yang dinilai di bawah standar minimal, membuat kualitas aspal sering mengelupas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu‎ kemacetan parah selalu terjadi di musim hujan karena lokasi dasar underpass tergenang air cukup tinggi, sedangkan pompa menyedot air tidak memadai untuk menguras air. Bahkan diketahui, di setiap musim penghujan selalu timbul mata air di berbagai lokasi di badan jalan sehingga semakin memperparah kondisi jalan.

Dalam beberapa hari terakhir, ketika kawasan Solo dan sekitarnya sering diguyur hujan lebat, underpass Makamhaji ditutup total karena selalu tergenang air. Kendaraan dari kedua arah harus putar balik. Ada yang lewat di jalan-jalan kampung, ada juga yang lewat jalan lain di Solo karena lokasinya berada di perbatasan Solo dengan Sukoharjo. Dampaknya menimbulkan kemacetan di beberapa lokasi di dalam Kota Solo.

"Sejak underpass beroperasi banyak masalah terjadi. Kalau hujan turun, pasti tergenang akibatnya banyak pengguna jalan yang putar arah masuk kampung sehingga banyak jalan kampung yang rusak. Kami penah meminta meminta Pemkab Sukoharjo namun berdalih karena proyek pusat sehingga Pemkab tidak bisa berbuat banyak," ujar Cucu, Selasa (28/4/2015).

Aksi warga ditandai dengan berbagi cara. Ada yang membentangkan spanduk, ada yang menamam pohon pisang di tengah jalanan rusak, ada pula yang memasang rakit bambu untuk menyindir bahwa jalan tersebut lebih layak disebut genangan danau.

(mbr/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini