Sekelompok Pria Berpenutup Wajah Rusak 2 Mesin ATM di Semarang

Sekelompok Pria Berpenutup Wajah Rusak 2 Mesin ATM di Semarang

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2015 10:13 WIB
Sekelompok Pria Berpenutup Wajah Rusak 2 Mesin ATM di Semarang
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Semarang - Dua mesin ATM di Swalayan Ono, Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang dirusak sekelompok orang berpenutup muka. Beruntung aksi tersebut diketahui polisi yang melintas dan warga sehingga diduga belum ada kerugian uang.

Dari informasi yang dihimpun, sekira pukul 04.00 WIB, sekelompok orang yang diduga berjumlah tiga sampai empat pria mendatangi bilik ATM Bank Mandiri dan BRI tersebut. Mereka membawa linggis dan mulai mencongkel mesin ATM tersebut. Mereka berusaha mengambil uang tunai yang berada di mesin itu.

"Menurut saksi, ada tiga orang. Naik mobil dan motor," kata salah satu anggota polisi di lokasi, Rabu (8/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika sedang beraksi, ternyata ada anggota Brimob yang melintas dan memergoki mereka. Anggota tersebut dan warga meneriaki para pelaku, sontak mereka langsung lari terbirit-birit ke arah kendaraan mereka kemudian kabur.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas Polsek Ngaliyan dan Inafis Polrestabes Semarang langsung datang dan melakukan olah TKP. Kondisi mesin sudah rusak terutama di casing bagian depan. Beruntung uang di dalam mesin ATM belum sempat diambil.

Dari olah TKP sementara, ternyata para pelaku cukup cerdik karena memutus aliran listrik sehingga CCTV tanpa baterai itu tidak merekam aksi mereka. Kapolsek Ngaliyan, Kompol Bero Suprihatin mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan termasuk berkoordinasi dengan pihak bank untuk mengetahui apakah ada uang yang hilang.

"Kami koordinasi dengan Mandiri dan BRI untuk mengetahui sisa uang di ATM. Masih dicek teknisi," kata Bero di lokasi.

Dari keterangan saksi, lanjut Bero, ciri-ciri pelaku adalah laki-laki bertubuh tinggi. Namun wajah pelaku tertutup rapat oleh sebo. Mereka kabur ke arah Boja (Kendal) setelah kepergok warga.

"Menurut informasi empat orang, tapi kami masih selidiki. Selengkapnya nanti," pungkasnya.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads