Usai Beraksi, Turino Curhat Lewat Buku dan Tidur Bareng Jasad Istri Sirinya

Pembunuhan Penghuni Rehabilitasi Sosial

Usai Beraksi, Turino Curhat Lewat Buku dan Tidur Bareng Jasad Istri Sirinya

- detikNews
Senin, 23 Mar 2015 12:44 WIB
Usai Beraksi, Turino Curhat Lewat Buku dan Tidur Bareng Jasad Istri Sirinya
(Foto: Angling AP/detikcom)
Semarang - Penghuni Balai Rehabilitasi Sosial Mardi Utomo, Tembalang, Semarang bernama Turino (48) yang membunuh istri sirinya sendiri, Sartini (39) menulis curahan hati setelah melakukan aksinya. Bahkan ia tidur dengan jenazah korban sebelum melarikan diri ke Kebumen.

Turino mengatakan ia membunuh istri sirinya hari Jumat (20/3) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Turino bermaksud mengajak korban berhubungan badan, namun korban ternyata menolak dan berteriak. Sebelumnya Turino sudah merasa cemburu karena korban dekat dengan penghuni resos lainnya bernama Ipung.

"Saya cemburu sama Ipung. Dia (korban) kalau SMS-an sama Ipung terus langsung dihapus. Sekitar jam 23.00 dia lagi SMS-an sama Ipung. Saya sentuh dia enggak mau malah teriak, saya cekik saja. Setelah setengah jam dia enggak ada (meninggal)," kata Turino di Mapolrestabes Semarang, Senin (23/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang kesehariannya mencari rumput itu mencekik korban selama 30 menit hingga korban tewas. Kemudian ia mengambil buku dan menuliskan curahan hatinya yang mengatakan dirinya cemburu hingga tega menghabisi nyawa korban.

"Saya nulis itu setelah kejadian, malam itu juga," ujarnya.

Usai curhat lewat buku, Turino mengaku tidur dengan jenazah istri siri yang dinikahinya 1,5 tahun lalu itu. Bahkan Turino menutup tubuh istrinya dengan selimut warna merah muda layaknya tidak terjadi apa-apa. Kemudian sekitar pukul 03.30 ia berjalan kaki ke daerah Sukun untuk mencari bus ke Kebumen.

"Saya tidur sama dia, sudah meninggal. Dari sekitar jam 00.00 sampe 03.00. Terus saya pergi naik bus ke Sumpiuh terus tidur di Gombong (Kebumen)," kata pria berbadan kurus itu.

Karena tidak betah berada di Gombong, ia bermaksud ke rumah kakaknya di Bandung. Namun saat menunggu bus di sekitar pasar Kroya perbatasan Kebumen-Cilacap, Turino dibekuk tim Satreskrim Polrestabes Semarang Unit Resmob dan Reskrim Polsek Tembalang. Karena berusaha kabur saat ditangkap, kaki Turino terpaksa ditembus timah panas petugas.

Turino sempat mengaku kepada pembina resos ia meminumkan air keras kepada korban, namun saat dimintai keterangan polisi, ia membantahnya. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan motif pembunuhan karena cemburu. Namun pelaku juga membawa kabur handphone serta uang Rp 70 ribu milik korban.

"Pasalnya berlapis ini, 365 KUHP dan 338 KUHP karena dia membunuh dan membawa kabur barang milik korban," tandas Djihartono.

Sejumlah barang bukti yang diamankan berupa buku catatan, handphone, uang, dan pakaian korban. Selain itu ada juga buku catatan lainnya dengan tulisan korban yang mengatakan dirinya ingin kerja di Jakarta dan mengeluh karena menunggu Turino lama.

"Itu mungkin gara-gara saya pulang kampung lama," imbuh Turino.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads