Banjir Lahar Dingin Masih Mengancam Warga Lereng Merapi

Banjir Lahar Dingin Masih Mengancam Warga Lereng Merapi

- detikNews
Jumat, 17 Okt 2014 17:40 WIB
Banjir Lahar Dingin Masih Mengancam Warga Lereng Merapi
Dok Detikcom
Yogyakarta - Pasca erupsi Merapi 2010, ancaman banjir lahar masih menjadi ancaman warga di kawasan lereng selatan dan tenggara Kabupaten Sleman, DIY dan Klaten, Jawa Tengah. Ancaman banjir lahar bisa terjadi di kawasan sepanjang Sungai Gendol dan Kali Woro.

"Material Merapi sisa erupsi 2010 masih banyak. Bila terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi bisa terjadi banjir lahar di Sungai Gendol dan Woro," kata Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, Dr Djati Mardianto dalam diskusi di kantor, Jumat (17/10/2014).

Menurut dia, berdasarkan hasil pemotretan udara menggunakan pesawat UAV atau tanpa awak di sepanjang 18 Km dari puncak Merapi, yang berpotensi terjadi banjir lahar berada di sisi selatan dan tenggara. Pemotretan ini merupakan kolaborasi antara PSBA UGM, Pusat Penerbangan LAPAN, dan Grup Riset Satelit dan Kedirgantaraan UGM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini diperkirakan masih ada sekitar 70 juta meter kubik material yang ada di kawasan puncak Merapi. Jutaan kubik material itu bisa turun menuju hulu sungai Gendol dan Woro bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di musim penghujan nanti.

"Kami mengimbau, warga yang tinggal di dekat kedua sungai tersebut untuk tetap waspada. Para penambang pasir juga harus berhati-hati menambang saat memasuki musim penghujan," katanya.

Dia menambahkan material di sisi barat Merapi saat ini hanya tinggal material halus seperti pasir dan abu. Ancaman banjir lahar juga sudah menurun dibandingkan sisi selatan dan tenggara.

Sementara Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Gunawan Setyo Prabowo menambahkan penggunaan teknologi UAV untuk kebencanaan saat ini merupakan kebutuhan yang mendesak untuk mitigasi bencana. Dengan pesawat tanpa awak ini bisa dihasilkan data base tentang bentuk kubah secara berkala untuk keperluan mitigasi bencana kegunungapian sehingga bisa mengurangi risiko bencana.

(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads