Aksi pelecehan seksual itu terjadi di rumah AZ di daerah Jangli Semarang. Ketua RT setempat, Sutriono mengatakan, aksi pelecehan yang dilakukan AZ terbongkar setelah salah satu anak bercerita kepada orang tuanya karena kemaluannya sakit.
"Salah satu anak yang jadi korban kesakitan saat buang air kecil. Kemudan orang tuanya mendesak sampai dia cerita," kata Sutriono di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sembilan anak. Dari kelas 2 SD sampai 2 SMP. Pengakuannya digerayangi bagian alat vital," ujarnya.
Pelaku kemudian dibawa warga dan ditanyai tentang aksinya kemudian diminta menuliskan nama-nama korban. Ternyata ada 9 nama yang ditulis sesuai dengan data yang dimiliki warga.
Menurut pengakuan pelaku, modus yang dilakukan dengan mengajak korban ke rumahnya dengan alasan bermain game di komputer dan tablet PC. Namun bukannya untuk bermain game, tapi tablet tersebut digunakan untuk memutar video porno. Saat itulah aksi cabul pelaku dilakukan.
"Korban juga diancam agar tidak melaporkan perbuatannya," tandas Sutriono.
Warga yang emosi sempat nyaris menghakimi pelaku. Namun akhirnya warga memutuskan untuk membawa pelaku ke Mapolrestabes Semarang. Saat ini kasus tersebut sudah tercatat dalam laporan SPKT Polrestabes Semarang dengan nomor LP/B/1346/VIII/2014/Jtg/Restabes. Meski demikian, baru lima nama korban yang dimasukkan dalam laporan tersebut.
(alg/try)











































