Diduga Lecehkan 9 Bocah, Seorang Pria di Semarang Diamankan Polisi

Diduga Lecehkan 9 Bocah, Seorang Pria di Semarang Diamankan Polisi

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 15:42 WIB
Jakarta - Seorang pria diamankan di Polrestabes Semarang karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 9 anak di bawah umur. Pria berinisial AZ (35) itu nyaris diamuk massa setelah sempat ditanyai oleh warga.

Aksi pelecehan seksual itu terjadi di rumah AZ di daerah Jangli Semarang. Ketua RT setempat, Sutriono mengatakan, aksi pelecehan yang dilakukan AZ terbongkar setelah salah satu anak bercerita kepada orang tuanya karena kemaluannya sakit.

"Salah satu anak yang jadi korban kesakitan saat buang air kecil. Kemudan orang tuanya mendesak sampai dia cerita," kata Sutriono di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa yang dialami salah satu bocah itu dengan cepat didengar oleh warga. Kemudian warga sepakat untuk mencari apakah ada koban lainnya. Para orang tua pun menanyai anak-anak mereka hingga akhirnya tercatat ada tujuh bocah laki-laki dan dua bocah perempuan.

"Ada sembilan anak. Dari kelas 2 SD sampai 2 SMP. Pengakuannya digerayangi bagian alat vital," ujarnya.

Pelaku kemudian dibawa warga dan ditanyai tentang aksinya kemudian diminta menuliskan nama-nama korban. Ternyata ada 9 nama yang ditulis sesuai dengan data yang dimiliki warga.

Menurut pengakuan pelaku, modus yang dilakukan dengan mengajak korban ke rumahnya dengan alasan bermain game di komputer dan tablet PC. Namun bukannya untuk bermain game, tapi tablet tersebut digunakan untuk memutar video porno. Saat itulah aksi cabul pelaku dilakukan.

"Korban juga diancam agar tidak melaporkan perbuatannya," tandas Sutriono.

Warga yang emosi sempat nyaris menghakimi pelaku. Namun akhirnya warga memutuskan untuk membawa pelaku ke Mapolrestabes Semarang. Saat ini kasus tersebut sudah tercatat dalam laporan SPKT Polrestabes Semarang dengan nomor LP/B/1346/VIII/2014/Jtg/Restabes. Meski demikian, baru lima nama korban yang dimasukkan dalam laporan tersebut.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads