450 Prajurit Kodam Diponegoro Dikirim ke Perbatasan RI-Malaysia

450 Prajurit Kodam Diponegoro Dikirim ke Perbatasan RI-Malaysia

- detikNews
Senin, 11 Agu 2014 16:17 WIB
450 Prajurit Kodam Diponegoro Dikirim ke Perbatasan RI-Malaysia
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Sebanyak 450 personel Kodam IV Diponegoro dari Batalyon Infantri (Yonif) 405 Surya Kusuma, Banyumas diberangkatkan ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara. Mereka harus berpisah dengan keluarga setidaknya selama setahun terhitung dari persiapan dan masa penugasan 9 bulan di sana.

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo mengatakan 450 personel tersebut akan mengamankan perbatasan Indonesia-Malaysia. Para prajurit juga akan aktif membantu masyarakat di perbatasan.

"Mengamankan dari ilegal logging, trafficking, penyelundupan narkoba dan lainnya. Termasuk memberi keamanan yang menjadi guru di sana (perbatasan)," kata Sunindyo saat melepas 450 prajuritnya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (11/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau berhasil dalam tugas, reward-nya nanti tugas ke luar negeri," imbuhnya.

Dalam pemberangkatan dengan Kapal Perang Indonesia Tanjung Nusanive 973 itu, terlihat keluarga para prajurit berpelukan dan ada yang mengaku tidak rela keluarganya diberangkatkan ke tempat yang jauh karena akan sulit berkomunikasi. Melihat hal itu, Pangdam IV Diponegoro sudah memiliki solusi, yaitu prajurit yang ditugaskan bisa berkirim salam lewat siaran radio milik Kodam IV/Diponegoro yaitu Suara Diponegoro.

"Radio sudah diresmikam KSAD, ada juga DiponegoroTV. Jadi bisa berkomunikasi. Caranya menghubungi ke nomor yang sudah disiapkan, di sana ada streamingnya," kata Pangdam.

Acara pemberangkatan pasukan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo selaku inspektur upacara. Turut hadir juga Kapolda Jateng Irjen Pol Noer Ali.

Dalam acara itu Ganjar menambahkan, pengiriman pasukan tersebut merupakan bentuk tegas menjaga kedaulatan. Jika ditemukan pelanggaran perbatasan dengan patok yang bergeser, maka akan dengan tegas dicabut.

"Jika dalam negosiasi negara sebelah sulit, mereka dorong patok ke tempat kita, maka cabut, artinya ini ketegasan. Pasukan dikirim ke Kaltim, tepatnya Kalimantan Utara agar kedaulatan terjaga betul," tegas Ganjar.

Selain menjaga kedaulatan, lanjut Ganjar, pengiriman pasukan tersebut bermanfaat untuk monitoring kondisi daerah tempat mereka bertugas.

"Ada tugas sipil, yaitu observasi monitoring kondisi daerah. Dari beberapa yang sudah dilaporkan sebelumnya, mereka menemukan ada beberapa warga yang masih belum bisa mendapatkan pendidikan, akses sekolahan, dan kesehatan. Justru dari pasukan ini bisa ditemukan," terang Ganjar.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads