Empat pelaku berboncengan dua unit motor, diduga telah mengikuti Yudo Widiyanto, 35 tahun, karyawan sebuah SPBU di Teloyo, Wonosari, Klaten, yang hendak menyetorkan uang milik SPBU sebesar 162 juta ke sebuah bank di Solo. Sesampai di sebuah tempat yang sepi, yaitu di perbatasan masuk Solo, tepatnya di Laweyan Solo, perampok itu beraksi.
Yudo yang mengendarai motor sendirian, dipepet ke pinggir. Yudo hendak melawan, namun dia segera dilumpuhkan dengan tiga bacokan di bagian punggung dan empat tembakan yang mengenai paha kanannya. Satu peluru tembus dan tiga peluru bersarang di dalam paha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas dari Polresta Surakarta segera menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas memeriksa lokasi jatuhnya korban, kendaraan yang dipakai oleh korban, serta mencari proyektil peluru yang dilepaskan perampok dan menembus paha korban. "Korban mengalami luka tembak dan luka bacok segera dilarikan ke RS Kasih Ibu untuk mendapatkan pertolongan," ujar Humas Polresta Surakarta, AKP Sis Raniwati.
Pemilik SPBU adalah Sri Hartini, wakil bupati Klaten. Mendengar karyawannya menjadi korban perampokan, Hartini segera merapat ke Solo untuk menemui Yudo Widiyanto yang sedang dirawat di RS Kasih Ibu, Jalan Slamet Riyadi, Solo.
"Saya kaget mendengar kejadian ini, karena sebetulnya juga disediakan mobil jika akan menyetor uang ke bank. Biasanya uang diantar seorang karyawan dengan seorang sopir," ujar Sri Hartini.
(mbr/try)











































